Halloween party ideas 2015
Showing posts with label Cerita. Show all posts

 TANGERANG SELATAN -- Sejak tak lagi mempelajari agama lamanya, Muhammad Orlando mulai mendapat ejekan dari teman-temannya. "Bukankah agama Islam itu adalah agama yang sangat buruk? Umatnya tidak diperbolehkan memakan makanan yang enak-enak seperti babgi dan anjing. Mereka harus disunat, dan cara beribadahnya juga kotor haru mencium tanah atau semen," kenang Orlando, seperti dilansir Annaba-Center.com, Selasa (9/10).

Orlando yang masih beliau bingung dengan ejekan temannya itu. Ceritalah ia dengan ustaz yang mengajarinya agama Islam, Ustaz Ali Akbar. Ustaz Ali lalu menjawab setiap pertanyaan Orlando dengan lugas dan tegas.

"Islam melarang setiap Muslim konsumsi babi karena hewan itu mahluk yang kotor dan jorok. Apabila tidak ada makanan yang bisa dimakannya, babi tidak jarang memakan kotorannya sendiri dan tidak jarang pula memakan tanah. Selain daging babi juga mengandung cacing pita di dalamnya yang dapat membuat manusia mengidap penyakit," kata Orlando menirukan penjelasan Ustaz Ali.

Ihwal shalat, Ustaz Ali menjelaskan, sesunggungnya manusia berasal dari tanah dan nantinya akan kembali ke tanah. Sujud juga mengandung makna bahwa sebagai ciptaan-Nya kita harus menyembah kepada-Nya, tidak menduakan-Nya dan meyakini kebesaran-Nya. "Sehebat apa pun kita, kita harus tunduk kepada Allah," kata Orlando.

Semangat Orlando untuk mempelajari Islam pun tumbuh kembali.  Dalam waktu singkat, ia mampu khatamkan Iqra. Ia semakin mantap untuk mulai membaca Alquran. Seiring perjalanan waktu, Orlando kian kagum dengan ajaran Islam. Semisal, ketika shalat berjamaah di masjid, setiap Muslim sudah dalam kondisi suci dan berpakaian bersih. Kesucian itu dilengkapi dengan adab wudhu. "Islam mengajarkan kesucian, terutama ketika hendak berhadapan dengan Allah. Mulai dari cara berpakaian, berwudhu, dan tata cara beribadah, Islam mengajarkan kebaikan dan kesucian dalam berbagai hal," ucapnya.

Setelah menyelesaikan studi di sekolah dasar, Orlando melanjutkan sekolah di SMP Negeri VI, Naibonat, Kupang TImur. Mulai menginjak SMP, ia mulai rajin beribadah, tidak pernah meninggalkan salat dan puasa ramadhan. "Ini kulakukan karena aku sangat takut mendapat azab dari Allah SWT. Perlahan-demi perlahan, aku mulai mengaji dengan baik. Selain aku belajar dengan guru yang mengajariku belajar membaca Alquran, aku juga mendapatkan pelajaran agama Islam di sekolah," ucap dia.

Sepulang sekolah, Orlando selalu mengikuti ceramah yang diadakan setiap pekan, berikut dengan belajar bagaimana tata cara membaca Alquran dengan baik.  Belum begitu lama aku melanjutkan studi di SMP tersebut, ada sebuah kabar yang di pengungsian yang mengatakan bahwa siapa saja yang ingin belajar mejadi santri di salah satu pondok pesantren di Jawa Timur, maka akan mendapatkan fasilitas pemondokan dan fasilitas lain secara gratis, terkecuali ongkos transportasi dengan menggunakan kapal laut.

"Aku yang baru mendengarkan berita tersebut sangat tertarik. Aku langsung berpamitan dengan ustaz Zainuddi yang sekaligus orang tua angkatku. Biarpun beliau sangat galak, tetapi beliau juga sangat baik. Buktinya beliau merawat kami selama dalam pengungsian," kenangnya.

Tepat tanggal 14 Juli 2001, Orlando bersama teman-teman yang lain berangkat menuju Pondok Pesantren Al-Ikhlas yang ada di Magetan, Jawa Timur.  Ia sempat kecewa pada hari pertama ketika menginjakkan kaki di pesantren tersebut. Dahulu dalam bayangannya, pesantren itu sangat baik, enak, rapih dan penuh dengan nuansa religi. Namun, ini semua berbeda seperti apa yang ada dalam benakku.

Pesantren ini adalah pesantren tertua di Jawa Timur, maka sudah dapat dipastikan bahwa bangunan pesantren tersebut juga pasti bangunan tua. Fasilitasnya juga ala kadarnya, yang membuatku semangat di pesantren tersebut hanyalah nuansa religi yang ada di dalamnya. "Meski pun kami semua dalam keterbatasan, namun karena kami dekat dan berusaha mendekatkan diri kepada Allah, maka kami harus tetap bersyukur atas apa yang telah diberikan-Nya," kenang dia.

Di pesantren, Orlando semakin giat belajar agama Islam. Ditambah ia juga bersekolah di MTS Al-Ikhlas. Dalam waktu yang singkat, Orlando berhasil menghafal dua puluh surat juz ‘amma. "Ilmu pengetahuanku semakin bertambah. Selain aku belajar mengenai Islam, aku juga mengajarkan tentang Islam, sehingga aku termasuk beruntung, karena sebaik-baik belajar adalah mengajar. Ini membuatku semakin menguasai ilmu yang selama ini kuajarkan kepada rekan-rekan," ucapnya.

Setelah selesai menempuh studi, Orlando kembali ke NTT. Di NTT inilah aku mulai mengenal ustadz Syamsul Arifin Nababan yang juga dikenal dengan ustadz Nababan. Aku kenal beliau melalui debat yang ada di kaset debat yang sengaja direkam pada saat itu. Judulnya Mualaf Versus Murtadin.  Singkat cerita, di tahun 2008, ustadz Nababan mendirikan sebuah pondok pesantren yang khusus membina para santri-santri mu'alaf.

"Aku pun di ajak beliau untuk ikut tinggal di sana. Kini aku sudah menjadi santri di Pesantren Pembinaan Mu'allaf Yayasan AN-Naba' Center bersama para santri lainnya mendalami Islam dan kitab sucinya," kata dia.

"Sebelum aku mengakhiri cerita ini, ada yang ingin kusampaikan kepada para pembaca bahwa beberapa waktu lalu aku telah kembali ke daerah asalku yaitu Timor Leste. Daerah yang sudah kutinggalkan selama lebih dari tiga belas tehun itu, ternyata mengalami perkembangan yang cukup baik dari sisi perkembangan Islam," ucapnya.

Di sana , kata dia, mulai banyak umat-umat lokal yang masuk Islam dan mempelajari Islam. Ini terjadi lewat proses akulturasi dan pernikahan yang dilakukan oleh umat Muslim dengan penduduk setempat. "Semoga Islam bisa semakin Berjaya, khususnya di daerah tempat tinggalku sehingga kita semua dapat merasakan keindahan Islam," tutupnya.




REPUBLIKA.CO.ID, Sumber: Pesantren Mualaf Annaba Center

Suatu hari ada seorang mu’min dipagi harinya bangun dan ingin melaksanakan sholat di masjid ketika di kegelapan di tengah jalan ia terjatuh dan seluruh bajunya dan celananya kotor, ia kemudian kembali ke rumahnya untuk mengganti pakaiannya.
untuk ke dua kalinya dia pergi ke masjid,

ketika sampai di jalan yang gelap ia dengan hati-hati berjalan akan tetapi untuk kedua kalinya dia terjatuh lagi. setelah itu dia kembali pulang sesampainya dia di rumah dia mengganti pakaiannya lagi.kemudian dia kembali lagi pergi ke masjid untuk ketiga kalinya,
 ketika di tengah jalan dia bertemu dengan seorang yang tua yang membawa lampu. si orang tua berkata kepadanya mari ikut aku ke masjid dengan penrangan lampuku.
kemudian si mu’min bersama orang tua itu pergi ke masjid.
sesampainya di masjid si orang tua tidak masuk ke dalam masjid. si mu’min bertanya: “kenapa kamu tidak masuk ke dalam masjid? apakah kamu tidak sholat?
orang tua menjawab: ” ya, aku tidak sholat.”
si mu’min bertanya : “kenapa kamu tidak sholat?”
orang tua menjawab: “karena, aku adalah setan”
si mu’min : (sambil terkejut bertanya) kalau kamu setan kenapa kamu mengantarku ke masjid dan menerangi jalanku dengan lampumu?

orang tua (setan) : “karena ketika kamu jatuh yang pertama itu aku yang membuatmu jatuh agar kamu tidak pergi ke masjid. akan tetapi pulang ke rumah hanya untuk mengganti pakaianmu dan kembali ke masjid. dan ketika kamu pergi ke masjid untuk yang ke dua kalinya aku juga berusaha menjegahmu ke masjid dan aku menjatuhkanmu lagi di tempat yang gelap dan kotor, akan tetapi untuk yang kedua kalinya kamu pulang ke rumah dan mengganti pakaianmu tanpa ada perubahan niat untuk pergi ke masjid.

ketika jatuhmu yang pertama kamu tetap ingin pergi ke masjid dan tidak ada perubahan dalam niatmu dan kamu pulang hanya untuk mengganti pakaian maka dengan amalmu ini Allah mengampuni dosa2mu , dan jatuhmu yang kedua tidak sedikitpun keinginanmu untuk ke masjid berkurang dan kamu kembali lagi pergi ke masjid , untuk ini Allah swt mengampuni dosa2 mu dan keluargamu, maka utk yang ketiga kalinya aku menunjuki kamu jalan dengan lampuku karena aku tidak ingin Allah mengampuni seluruh masyarakat di sekitarmu dengan perbuatanmu yang ketiga.

Suatu hari seorang bayi yang telah siap untuk dilahirkan didunia dia bertanya kepada Tuhan:
para malaikat disini mengatakan bahwa esok engkau akan mengirimku ke dunia,tetapi bagaimana caranya saya hidup ditempat semacam itu, saya begitu kecil dan lemah?
Dan Tuhan menjawab: aku telah memilih satu malaikat untukmu.Ia akan menjaga dan mengasihanimu.
Tapi disini saya, didalam surga apa yg pernah saya lakukan hanyalah tertawa ini sudah cukup bagi saya untuk berbahagia
malaikatmu akan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kebahagiaan cintanya dan menjadi lebih berbahagia.
dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka?
malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar, dan dengan penuh kesabaran dan perhatian, dia akan mengajarkan bagaimana cara kamu berbicara
dan apa yang harus saya lakukan, saat saya ingin berbicara kepada-Mu?
malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa.
saya mendengar bahwa dibumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?
malikatmu akan melindungimu, walaupun hal tersebut mungkin dapat mengancam jiwanya.
tapi saya pasti akan sedih karena tidak melihat-Mu lagi.
malaikatmu akan menceritakan padamu tentang aku dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaku, walaupun sesungguhnya aku akan selalu berada di sisimu.
Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari bumi dapat terdengar, dan sang anak bertanya pelahan, Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku nama malaikat tersebut?
Kamu akan memanggilnya, IBU.

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedangmenyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain dilantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulamsesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah
benang ruwet. Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut: “Anakku,lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas.“Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu Semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil, “

Anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu. “Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat
bunga-bunga yang indah,dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang- benang yang ruwet. Kemudian ibu berkata,”Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau,tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya.

Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan. Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah, “Allah, apa yang Engkau lakukan?” Ia menjawab : ” Aku sedang menyulam kehidupanmu.” Dan aku membantah,” Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah? “Kemudian Allah menjawab,” Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu dibumi ini. Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu. “Subhanallah…

Beruntunglah orang2 yang mampu menjaring ayat indah Allah dari keruwetan hidup di dunia ini.
Semoga Allah berkenan menumbuhkan kesabaran dan mewariskan kearifan dalam hati hamba-Nya agar dapat memaknai kejadian2 dalam perjalanan hidupnya, seruwet apapun itu. Amin

Pada zaman hidupnya Rasulullah, hiduplah seorang pemuda tampan bernama Sahib. Ia tinggal bersama ayah dan ibunya di Yaman dengan bahagia. Ayah Sahib adalah seorang pelayan raja Khosrou, seorang raja Iran di Yaman.Hingga suatu hari, tentara Romawi menyerang Yaman dan Sahib termasuk di antara tawanan Yaman yang dibawa ke kota Roma. Akhirnya, Sahib menjalani hidup sebagai seorang budak di Roma dan di sana ia berusaha untuk mengenali budaya dan ilmu orang-orang Romawi.

Pada suatu hari, datanglah seorang pedagang Arab ke Roma. Ketika ia melihat Sahib, dia langsung tertarik dan membeli pemuda tampan itu.Pedagang Arab yang bernama Abdullah ibni Jud’an itu merupakan salah satu hartawan  Mekah dan Sahib pun dibawanya ke kota Mekah untuk dijadikan sebagai pelayan di rumahnya. Pada suatu hari, Sahib mendengar berita mengenai seruan Rasulullah kepada warga Mekah.Dia pun berusaha untuk mengenal agama baru ini dengan lebih mendalam. Sahib juga mendengarkan kata-kata dari pihak penentang Rasulullah dengan sikap objektif, namun dia mendapati bahwa pendapat mereka itu tak lebih dari kejahilan, fanatisme, dan kebencian terhadap Rasulullah.

Akhirnya, pada satu hari tanpa sepengetahuan tuannya, Sahib pergi ke rumah Muhammad saw.
Dengan penuh kehati-hatian karena khawatir terlihat oleh kaum musyrikin, Sahib melangkah menuju rumah Rasulullah. Menjelang sampai di sana, tampaklah olehnya Ammar bin Yasir, yang juga merupakan seorang budak. Ammar yang mengenali Sahib dan mengetahui keluasan pengetahuan budak itu,
bertanya:

Ammar : Wahai temanku Sahib, kemanakah engkau akan pergi?
Sahib : Aku ingin ke rumah Muhammad. Aku ingin mengetahui lebih dalam
tentang ajaran yang disampaikan olehnya.
Ammar : Sahib, aku telah mendengar ucapannya. Percayalah, ada kekuatan besar di dalam jiwa dan nurani Muhammad. Kekuatan ini sedemikianbesarnya sehingga ia dapat menarik semua manusia ke arahnya, kecuali mereka yang tidur dalam kelalaian. Ammar yang melihat betapa Sahib dengan penuh perhatian dan takjub menunggu kelanjutan kata-katanya, memegang tangan Sahib dan menatap mata temannya itu dalam-dalam.
Ammar : Sahib, Muhammad mengatakan bahwa Tuhan itu esa dan hanya Dia yang layak disembah. Berhala hanyalah batu dan kayu semata. Muhammad berkata mengenai kasih sayang, saling mencintai, persahabatan, serta kejujuran. Dia berkata kebaikan hanya dapat dihasilkan di bawah naungan ketaatan pada Tuhan yang Esa. Berlandaskan kepada ayat-ayat Ilahi yang diturunkan kepadanya, Muhammad memberi nasihat supaya kita melepaskan diri dari kezaliman, kebohongan, pengkhianatan, peperangan, dan permusuhan.

Muhammad menyeru manusia agar berpegang teguh kepada ajaran Islam yang merupakan agama penyelamat. Muhammad saaw juga mengetahui hakikat sejarah zaman lampau, baik zaman Nabi Musa, Nabi Isa dan Maryam serta para nabi Ilahi lainnya. Marilah kita bersama-sama ke rumahnya dan aku akan
membawamu kepadanya. Ammar bin Yasir kemudian membawa Sahib menemui Rasulullah saw. Rasul menyambut kedatangan Sahib dengan penuh kehangatan dan keramahan. Wajah Rasulullah yang tenang dan menarik, kata-katanya yang memikat dan ayat-ayat wahyu yang indah, membuat jiwa dan nurani Sahib menjadi bergelora. Di saat matahari kian tenggelam, Sahib pun keluar dari rumah

Rasulullah dengan wajah dan hati yang disinari cahaya keimanan. Sahib telah memeluk agama Islam. Tidak lama kemudian, Abdullah ibni Jud’an mengetahui bahwa budaknya telah masuk Islam. Ia menghampiri Sahib dengankemarahan. Ibni Jud’an: Wahai Sahib, bukankah engkau pernah melihat kaisar Roma dan melihat istana besar Raja Khosrou?! Mengapa kini engkau bisa terpengaruh oleh kata-kata Muhammad? Sahib menjawab dengan suara yang penuh keyakinan dan keimanan.Sahib: Kekuatan dan kekuasaan yang aku lihat dan aku dengar dari Muhammad tidak pernah kulihat di istana Kaisar Romawi maupun Raja Khosrou. Sahib pun disiksa oleh tuannya, sebagaimana kaum muslimin Mekah lainnya saat itu juga diganggu dan disiksa oleh orang-orang musyrik.

Kemudian, Sahib berhasil bebas dari tuannya dan diapun berprofesi sebagai pedagang. Dari hasil perdagangannya, dia berhasil mengumpulkan sedikit harta. Ia kemudian mengambil keputusan untuk berhijrah ke Madinah seperti yang disarankan oleh Rasulullah saaw. Dengan berbekal sedikit harta, Sahib lalu memulai perjalanannya ke Madinah. Di tengah perjalanan, ia dihadang beberapa orang musyrik yang menunggang kuda dan bersenjata. Penunggang kuda itu berkata kepada Sahib dengan kasar: Penunggang kuda : Wahai Sahib, Abu Sufyan memerintahkan supaya kami mengembalikan engkau ke Mekah. Sahib : Katakan kepadanya bahwa aku tidak akan pulang.

Penunggang kuda : Jika demikian, kami akan mengambil hartamu dan membawanya ke Mekah. Ketika itu, engkau terpaksa mengikuti kami.” Kemudian para penunggang kuda itu merebut tali unta dari tangan Sahib dan membawanya ke arah Mekah. Di punggung unta itu, terikat seluruh harta benda milik Sahib. Sahib berteriak-teriak melampiaskan kemarahannya. Namun akhirnya ia terduduk tak berdaya. Ia merasa amat bingung. Haruskah ia kembali ke Mekah agar dapat memiliki lagi semua harta bendanya itu ataukah ia memelihara imannya dan meneruskan hijrah ke

Madinah dengan tangan kosong? Perlahan-lahan terdengar suara dari dalam hati Sahib yang menyadarkannya dari kegundahan. Sahib pun kembali teringat kepada suara Rasulullah yang dengan merdu menyampaikan ayat-ayat Ilahi. Ditatapnya dari kejauhan kaum musyrik penunggang kuda yang merebut untanya itu, yang semakin jauh melangkah ke arah Mekah. Namun Sahib telah menguatkan tekadnya. Ia
mengambil keputusan untuk meneruskan langkah menuju Madinah dan berhijrah dengan penuh kepasrahan dan harapan atas rahmat Allah.

Assalamu’alaykum wr. wb.
Saya seorang suami yang baru berumah tangga selama dua
Pertanyaan saya, apakah ada doa khusus yang dicontohkan oleh Rasulullah saw untuk mendoakan wafat seorang istri yang sedang hamil supaya di akhirat nanti saya dapat bertemu dan berkumpul kembali bersama mereka? syukron jazakumullah.
Wassalamu’alaykum wr. wb.
Wa’alaikumussalam wr. wb.
Doa untuk orang yang sudah meninggal adalah sebagai berikut:
” الأبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وأبْدِلْهُ دَاراً خَيْراً مِنْ دَارِهِ، وَأهْلاً خَيْراً مِنْ أهْلِهِ، وَزَوْجاً خَيْراً مِنْ زَوْجِهِ، وأدْخِلْهُ الجَنَّةَ، وأعِذْهُ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ أو مِنْ عَذَابِ النَّارِ “اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، وَعافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وأكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بالمَاءِ والثَّلْجِ وَالبَرَدِ، ونَقِّهِ منَ الخَطايا كما نَقَّيْتَ الثَّوْبَ
Didalam riwayat muslim lainnya disebutkan ” وَقِهِ فتْنَةَ القَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ “
Dan apabila anda ingin menambah doa-doa lainnya yang secara khusus ditujukan untuk istri anda maka diperbolehkan bagi anda dengan menggunakan bahasa Indonesia dan berdoa sekehendak anda untuk kebaikannya di akhirat serta kebaikan anda dan keluarga yang ditinggalkannya.
Dalam hal berdoa dengan menggunakan bahasa selain arab ini maka Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa berdoa diperbolehkan dengan menggunakan bahasa arab dan selain bahasa arab. Dan Allah swt mengetahui maksud dari orang yang berdoa dan keinginannya walaupun orang yang bersangkutan kurang baik didalam menyebutkannya. Dan Allah swt mengetahui kegaduhan suara-suara yang berdoa dengan berbagai bahasa untuk berbagai macam keperluan.” (Majmu’ al Fatawa juz XXII hal 488 – 489)
Bagaimana Keadaan Seorang Istri di Surga
Adapun jika seorang wanita meninggal sebelum dia sempat menikah dengan seorang laki-laki maka Allah lah yang menikahkannya kelak di surga dengan seorang lelaki dunia, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Tidaklah ada di surga seorang bujang.” (HR. Muslim). Syeikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa jika seorang wanita belum menikah di dunia maka Allah swt yang menikahkannya dengan seseorang yang menyedapkan pandangan matanya di surga. Kenikmatan di surga tidaklah terbatas untuk kaum laki-laki akan tetapi untuk kaum laki-laki dan wanita dan diantara kenikmatan itu adalah pernikahan. Demikian halnya dengan seorang wanita yang meninggal dalam keadaan sudah dicerai.
Demikian pula terhadap seorang wanita yang suaminya tidak masuk surga, Syeikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa seorang wanita yang masuk surga dan belum menikah atau suaminya tidak termasuk kedalam ahli surga maka jika wanita itu masuk surga dan di surga terdapat lelaki dunia yang belum menikah maka seorang dari merekalah yang menikahinya.
Adapun seorang wanita yang meninggal setelah menikah dan dia termasuk ahli surga maka di surga dia akan bersama suaminya yang menikahinya saat meninggalnya.
Adapun seorang wanita yang ditinggal suaminya terlebih dahulu kemudian ia tidak menikah lagi setelahnya hingga dia meninggal dunia maka wanita itu akan menjadi istrinya di surga.
Adapun seorang wanita yang ditinggal suaminya terlebih dahulu kemudian ia menikah lagi setelah itu maka wanita itu menjadi istri bagi suaminya yang terakhir walaupun wanita itu pernah menikah dengan beberapa laki-laki, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Seorang istri untuk suaminya yang terakhir.” (Silsilatu al Ahadits ash Shahihah Lil Albani) dan perkataan Hudzaifah kepada istrinya,”Jika engkau mau menjadi istriku di surga maka janganlah engkau menikah sepeninggalku. Sesungguhnya seorang istri di surga adalah untuk suaminya yang terakhir di dunia. Karena itu Allah swt mengharamkan istri-istri Nabi untuk menikah sepeninggal beliau saw karena mereka adalah istri-istrinya saw di surga.”
Wallahu A’lam
-Ustadz Sigit Pranowo Lc-

tahun, sudah hampir satu tahun ini saya ditinggal wafat oleh istri tercinta yang sedang hamil delapan bulan anak pertama yang sangat kami harapkan.

Seorang pedagang kaya memiliki bayi yang sangat mungil yang mana isterinya meninggal saat melahirkannya, dan dia adalah buah hatinya. Si Tajir (pedagang kaya) ini juga mempunyai seekor tupai yang dia pelihara di dalam rumahnya. Suatu hari Si Tajir ini memiliki urusan dagang yang sangat mendesaknya untuk pergi ke pasar, maka dia meninggalkan anaknya di dalam rumah seorang diri, Si Tajir pergi ke pasar hanya untuk sesaat.Ketika Si Tajir ini kembali dari Pasar dia melihat mulut Tupai(yang dia pelihara) berlumuran darah, ketika melihat darah tersebut maka dia berpikir bahwa Tupai tersebut telah memakan anaknya maka dengan tidak ada penyelidikian terlebih darhulu dari apa yang terjadi, Si Tajir dengan garang mengambil pemukul dan langsung memukul kepala Tupai hingga mati.
Akan tetapi ketika dia masuk ke dalam rumahnya, dia melihat anaknya sehat tanpa ada luka sedikitpun di tubuhnya dan dia juga melihat terdapat Ular Cobra yang mati dan berlumuran darah di samping tubuh anaknya yang mungil. Setelah melihat hal ini maka Si Tajir sangatlah menyesal karena telah membunuh Tupai yang telah menolong anaknya dari bahaya ular Cobra tanpa menyelidiki terlebih dahulu apa yang sedang terjadi.




Powered by Blogger.