Halloween party ideas 2015



Seorang petani bercerita tentang kejadian aneh yang dia lihat.
“ketika di hari panen gandum, saya pergi ke sawah. Sesampainya di sawah saya melihat seekor lebah terbang di atas kumpulan gandum yang habis dipanen, tak lama kemudian saya melihat lebah tersebut mengambil biji gandum kemudian terbang kembali. Saya berkata kepada diri sendiri kenapa lebah mengambil biji gandum, bukankah lebah tidak memakan gandum??. Karena lebah tidak terbang dengan cepat saya mengikuti kemana lebah tersebut pergi, ternyata lebah terseut pergi ke bangunan rusak yang tak jauh dari sawah. Sesampainya saya di bangunan tersebut saya melihat lebah pergi menghampiri burung yang buta yang tidak bisa terbang. Dengan suara kepakan sayap lebah, si burung membuka paruhnya dan si lebah meletakkan biji gandum tersebut di dalam paruh burung.”
Rizki seluruh makhluk Allah swt telah tertulis disisiNya, dan rizki tersebut pasti akan sampai kepada yang berhak. Kalau ada rizki belum sampai kepada hamba Allah swt walaupun satu suapan nasi, maka hamba tersbut tidak akan mati sampai satu suapan tersebut dimakannya.
Manusia sudah terjamin rizkinya, baik dia kerja atau tidak kerja. Islam selalu mengajarkan kita untuk menjalankan pekerjaan yang mulia. Rizki kita akan sampai kepada kita, dan tidak ada satu makhlukpun yang bisa menggagalkannya. Kalau manusia bekerja dengan cara halal maka dia akan mendapatkan rizkinya dengan halal dan dengan kemuliaan disisi Allah swt, kalau dia bekerja dengan cara yang dilarang agama, maka dia akan mendapatkan rizkinya dengan haram dan dengan kehinaan disisi Allah swt. Intinya rizki kita sudah tertulis disisi Allah swt, akan tetapi cara kita mendapatkannya itu ikhtiar/pilihan kita kalau kita ingin mulia, maka kita harus bekerja dengan cara yang dihalalkan oleh Allah swt. Kalau kita (na’udzubillah mindzalik)bekerja dengan pekerjaan yang hina atau merampok atau menipu, maka rizki kita tetap akan sampai kepada kita akan tetapi diiringi dengan dosa dan kehinaan disisi Allah swt.
Manusia adalah makhluk yang dimuliakan oleh Allah swt. Jika kita lihat bahwa burung yang buta tidak dilupakan oleh Allah swt, manusia yang merupakan hamba yang dimuliakan olehNya pasti tidak akan dilupakanNya. Akan tetapi kita masih sering melupakanNya.
Allah swt berfirman kepada salah satu NabiNya as (yang kurang lebih isinya seperti ini): “… aku malu tidak memberi hambaku yang meminta kepadaKu, tapi mengapa hambaku tidak malu bermaksiat kepadaku.?”
Jadi sudah sepantasnya bagi seluruh manusia untuk selalu mengingat Allah swt dan melaksanakan hal yang diridhainya dan menjauhi hal yang dilarangnya.



Diceritkan bahwa seluruh burung yang ada di dalam hutan telah bersepakat dalam memberi batasan-batasan atas permusuhan yang ada di kalangan burung.
Maka pada suatu hari berkumpullah seluruh burung yang berada di hutan, mereka menulis sebuah perjanjian yang terdiri dari beberapa masalah, yang mana seluruh burung harus mena’ati perjanjian yang tertulis. Dan inti dari perjanjian itu adalah : ” burung-burung yang kuat tidak boleh memusuhi burung-burung yang lemah dan kecil, (seperti Elang tidak boleh memusuhi Merpati dan burung pemakan daging tidak boleh memakan burung-burung kecil).”
Dengan adanya perjanjian ini burung-burung yang tidak memiliki kekuatan merasa tenang dan merasa bahgaia serta terbang kesana kemari tanpa ada rasa takut dari burung-burung pemakan daging dan burung yang berkuasa di zaman sebelum perjanjian.
Akan tetapi sampai kapan burung-burung penerkam dan burung-burung pemakan daging serta burung-burung pemakan burung-burung kecil akan bertahan hidup? Tidak mungkin bagi mereka untuk menahan rasa laparnya, karena mereka tidak bisa makan kecuali daging.
Setelah beberapa hari dari hari perjanjian beberapa burung kecil hilang dari perkumpulannya(dimakan oleh burung-burung pemakan daging yang lapar) dan beberapa hari kemudian jumlah Merpati berkurang serta di hari berikutnya ditemukan bulu-bulu bebek tergenang di atas sungai. Maka para burung yang kecil&lemah mengadakan perkumpulan darurat yang mana perkumpulan ini didasari atas kekhawatiran yang ada di dalam diri mereka dan atas keadaan yang mulai mencekam mereka, akan tetapi mereka tidak menemukan hasil yang bagus, karena mereka tidak melihat permusuhan dari burung-burung pemakan daging secara nyata.
Saat itu juga salah satu hakim yang bijak dari golongan kancil mendengar apa yang terjadi maka dia menyampaikan kalimat-kalimatnya yang bijak kepada mereka: “kalian harus mewaspadai kemunafikan dari mereka (burung-burung pemakan daging), dan tidak sepantasnya kalian mengadakan perjanjian kepada mereka pemakan daging seperti elang,burung pemakan bangkai, burung pemakan daging, (Israel dan Amerika, serta Negara-Negara yang merampas hak Muslimin).”


Dari banyak kisah yang dituturkan dalam Hikayat Muhammad Hanafiah, peristiwa Karbala, termasuk cerita yang mengawali dan mengikutinya, paling banyak menyita halaman dari hikayat ini.
Bagian kedua ini biasa disebut dengan Hikayat Maktal Husain. Berikut petikannya yang sengaja ditransliterasi sesuai ragam bahasa aslinya.

Tatkala Husain masih muda, ada malaikat yang kedua sayapnya tertunu, turun ke dunia. Husain menyapu bahu malaikat itu dengan tangannya. Dengan takdir Allah, sayap malaikat itu pun baik lalu ia kembali ke udara. Jibrail berkata bahwa malaikat itu tidak akan turun ke bumi melainkan pada waktu Husain dibunuh oleh segala munafik. Adapun semasa Hasan dan Husain masih kecil itu, Jibrail selalu turun ke dunia bermain-main dengan mereka. Sekali peristiwa, sehari sebelum hari raya, Jibrail membawa pakaian untuk Hasan dan Husain. Hasan memilih pakaian hijau dan diramalkan akan mati kena racun; Husain memilih pakaian merah dan diramalkan mati terbunuh di Padang Karbala. Muawiyah mendengar bahwa dari keturunannya akan lahir pembunuh cucu Muhammad dan bersumpah tidak mau beristeri. Pada suatu malam, ia pergi buang air dan beristinjak dengan batu. Zakarnya disengat oleh kala. Ia tidak menderita sakitnya. Menurut tabib, sakitnya hanya akan hilang jika ia berkawin. Maka berkawinlah ia dengan seorang perempuan tua yang tidak bisa beranak lagi. Dengan takdir Allah, perempuan tua itu melahirkan seorang anak yang diberi nama Yazid.

Setelah Ali wafat, Muawiyah menjadi raja. Sekali peristiwa, Muawiyah mengirim seorang utusan pergi meminang Zainab, anak Jafar Taiyar untuk menjadi isteri anaknya, yaitu Yazid. Zaainab menolak pinangan Yazid, tetapi menerima pinangan Amir Hasan. Karena itu Yazid pun berdendam dalam hatinya, hendak membunuh Amir Hasan dan Amir Husain, bila ia menjadi Raja. Sekali peristiwa, Yazid ingin berkawin dengan isteri Abdullah Zubair yang sangat cantik parasnya. Muawiyah berja menipu Abdullah Zubair menceraikan isterinya. Isteri Abdullah Zubair tidak mau menjadi isteri Yazid. Sebaliknya, isteri Abdullah Zubair itu berkawin dengan Amir Husain. Yazid makin berdendam dalam hatinya, “Jika aku memangku kerajaan,  Hasan dan Husain  akan  kubunuh , maka puas hatiku.”

Maka berapa lamanya, Muawiyah pun matilah dan kerajaan pun jatuh ke tangan Yazid. Mulailah Yazid melaksanakan niatnya untuk membunuh Amir Hasan dan Amir Husain. Ia berhasil memujuk seorang hulubalang di Madinah (menurut suatu cerita, salah seorang isteri Hasan sendiri) meracuni Hasan. Setelah Hasan wafat, pikirannya tidak lain daripada membunuh Husain saja. Ia mengirim surat kepada Utbah, seorang hulubalang di Madinah, dan memintanya membunuh Husain dengan menjanjikan harta dan anugerah. Seorang hulubalang yang bernama Umar Saad Malsum juga dikirim untuk membunuh Utbah. Biarpun begitu, Utbah masih tidak berani membunuh Husain. Katanya jika Husain ada di dalam Madinah, mereka tidak dapat mengalahkannya. Karena itu mereka meminta raja Kufah, Ubaidullah Ziyad namanya, supaya menipu Husain ke Kufah. Husain menerima jemputan raja Kufah untuk pergi ke Kufah. Ummi Salamah mengingatkan Husain tentang bahaya yang mengancamnya. Pada malam itu Husain juga bermimpi berjumpa dengan segala nabi dan malaikat. Nabi Muhammad memberitahu bahwa surga sudah berhias menantikan ketibaannya. Sungguhpun begitu, Husain berangkat juga ke Kufah bersama-sama dengan pengikutnya yang tidak banyak itu.

Tidak berapa lamanya sampailah mereka ke suatu tempat. Unta dan kuda Husain merebahkan dirinya, tiada mau berjalan lagi. Mereka lalu mendirikan kemah di situ. Adapun segala kayu yang mereka tetak, berdarah balak. Baharulah mereka ketahui bahwa tempat itu ialah Padang Karbala, tempat kematian Husain yang diramalkan Nabi Muhammad dahulu. Hatta mereka pun kekurangan air, karena air sungai sudah ditebat oleh tentera Yazid. Air yang di dalam kendi kulit juga sudah terbuang, karena digorek tikus. Apa boleh buat. Terpaksalah mereka menahan dahaga yang sangat. Maka mulai peperangan itu. Pengikut Husain, satu demi satu syahid. Akhirnya anaknya sendiri, Kasim dan Ali Akbar, juga mati. Barulah ketika itu Husain teringat meminta bantuan kepada saudaranya, Muhammad Hanafiah, yang menjadi raja Buniara. Sesudah itu ia pun terjun ke dalam medan perang. Banyak musuh dibunuhnya. Sekali peristiwa, ia berjaya menghampiri sungai. Biarpun begitu, ia tidak meminum air itu, karena teringat kepada sahabat taulannya yang mati syahid disebabkan dahaga itu. Maka Husain pun lemahlah lalu gugur ke bumi. Betapa pun demikian, tiada seorang pun berani menghampirinya. Akhirnya Samir Laain yang susunya seperti susu anjing lagi hitam itulah yang maju ke depan dan memenggal leher Husain. Adapun Husain syahid itu pada sepuluh hari bulan Muharam, harinya pun hari Jumaat. Tatkala Husain syahid itu, arasy dan kursi gempar, bulan dan matahari pun redup, tujuh hari tujuh malam lamanya alam pun kelam kabut.

Setelah Husain syahid, maka segala isi rumah Rasul Allah terampaslah oleh tentera Yazid. Akan tetapi, seorang pun tiada berani menghampiri Ummi Salamah. Seorang lasykar yang merampas anak perempuan Ummi Salamah, dengan kudrat Allah, matanya menjadi buta. Yazid berjanji akan memberi diat kematian Husain, jika Ummi Salamah rela dengan dia. Ummi Salamah menolak. Yazid sangat marah. Apabila Fatimah, anak perempuan Ummi Salamah, meminta air minum, yang diberikannya ialah kepala Husain yang dipisahkan dari badannya.



 Seorang Raja yang jahat merasakan sakit yang sangat parah ditangannya yang tidak pernah dia rasakan selama hidupnya, kemudian dia memanggil tabib pribadinya dan memintanya untuk memeriksa tangannya,Raja menerangkan kepadanya tentang sakit yang dideritanya, tabib kerjaan ini setelah mendengar keluahan Raja atas sakit yang ada di tangannya, segera memeriksa tangannya akan tetapi setelah beberapa lama memeriksa tangannya tabib tidak menemukan tanda-tanda penyakit ditangannya. Kemudian tabib berkata kepada Raja: “ wahai Raja, aku tidak menemukan tanda-tanda penyakit ditanganmu”. Setelah mendengar jawaban tabib Raja berteriak dengan kencang karena sakit ditangannya dan berkata kepada tabib: “akan tetapi wahai tabib, aku merasakan sakit yang sangat parah ditanganku.” Tabib dengan heran menjawab: “wahai raja aku tidak tahu apa sebabnya.” Dan pada saat itu lewatlah orang yang arif dan orang yang bijak yang dengan melihat tangan Raja, dia berkata: “wahai Raja aku tahu sebab dari sakit yang ada ditanganmu”. Raja dengan heran berkata kepada orang arif tersebut: “apa yang engkau ketahui?” orang arif menjawab: “Aku melihat ditanganmu bekas tetesan air mata seorang perempuan miskin yang terdholimi/teraniaya.”




Ketika nabi muhammad saww pergi ke langit Nabi saw melihat satu malaikat yang memiliki seribu sayap dan setiap sayap terdiri dari seribu tangan dan setiap tangan memiliki seribu jari, Nabi saw ketika melihat hal ini Nabi saww bertanya kepada Jibril as  tentang apa tugas malaikat itu?
Jibril menjawab bahwa malaikat itu bertugas menghitung setiap tetes air yang turun dari langit dari zaman nabi adam as sampai hari kiamat.
Kemudian Nabi saw menemui malaikat tersebut dan memujinya karena sangat tepat menghitung tetesan air hujan dan sangat teliti dalam menghitungnya..
Kemudian malaikat itu berkata kepada Nabi saw bahwa memang tugasnya menghitung tetesan air hujan tapi masih ada yang tidak bisa dia hitung.
Nabi sawberatanya kepada malaikat tersebut tentang apa yang tidak bisa dihitungnya.
Malaikat menjawab: Aku tidak bisa menghitung pahala orang yang bersolawat kepada mu dan keluargamu…….


Allah swt menciptakan 7 gunung di langit, setiap gunung dipenuhi oleh malaikat yang tak terhitung jumlahnya, disetiap gunung para malaikat selalu bertasbih, bertahmid, bertahlil, dan semua pahalanya itu diberikan kepada siapa saja yang bersholawat kepada Nabi Muhammad saww dan Ahlulbaitnya as.
sholawat!!!!!!!! Allahumma sholli ala Muhammad wa alimuhammad.

Powered by Blogger.