Halloween party ideas 2015

Suatu hari ada seorang mu’min dipagi harinya bangun dan ingin melaksanakan sholat di masjid ketika di kegelapan di tengah jalan ia terjatuh dan seluruh bajunya dan celananya kotor, ia kemudian kembali ke rumahnya untuk mengganti pakaiannya.
untuk ke dua kalinya dia pergi ke masjid,

ketika sampai di jalan yang gelap ia dengan hati-hati berjalan akan tetapi untuk kedua kalinya dia terjatuh lagi. setelah itu dia kembali pulang sesampainya dia di rumah dia mengganti pakaiannya lagi.kemudian dia kembali lagi pergi ke masjid untuk ketiga kalinya,
 ketika di tengah jalan dia bertemu dengan seorang yang tua yang membawa lampu. si orang tua berkata kepadanya mari ikut aku ke masjid dengan penrangan lampuku.
kemudian si mu’min bersama orang tua itu pergi ke masjid.
sesampainya di masjid si orang tua tidak masuk ke dalam masjid. si mu’min bertanya: “kenapa kamu tidak masuk ke dalam masjid? apakah kamu tidak sholat?
orang tua menjawab: ” ya, aku tidak sholat.”
si mu’min bertanya : “kenapa kamu tidak sholat?”
orang tua menjawab: “karena, aku adalah setan”
si mu’min : (sambil terkejut bertanya) kalau kamu setan kenapa kamu mengantarku ke masjid dan menerangi jalanku dengan lampumu?

orang tua (setan) : “karena ketika kamu jatuh yang pertama itu aku yang membuatmu jatuh agar kamu tidak pergi ke masjid. akan tetapi pulang ke rumah hanya untuk mengganti pakaianmu dan kembali ke masjid. dan ketika kamu pergi ke masjid untuk yang ke dua kalinya aku juga berusaha menjegahmu ke masjid dan aku menjatuhkanmu lagi di tempat yang gelap dan kotor, akan tetapi untuk yang kedua kalinya kamu pulang ke rumah dan mengganti pakaianmu tanpa ada perubahan niat untuk pergi ke masjid.

ketika jatuhmu yang pertama kamu tetap ingin pergi ke masjid dan tidak ada perubahan dalam niatmu dan kamu pulang hanya untuk mengganti pakaian maka dengan amalmu ini Allah mengampuni dosa2mu , dan jatuhmu yang kedua tidak sedikitpun keinginanmu untuk ke masjid berkurang dan kamu kembali lagi pergi ke masjid , untuk ini Allah swt mengampuni dosa2 mu dan keluargamu, maka utk yang ketiga kalinya aku menunjuki kamu jalan dengan lampuku karena aku tidak ingin Allah mengampuni seluruh masyarakat di sekitarmu dengan perbuatanmu yang ketiga.

Pada suatu saat  nabi musa as pergi ke bukit tursina untuk bermunajat kepada Allah swt dan bertanya ke pada Allah swt tentang seberapa besar kasih sayang Allah kepada hambanya.

Setelah mendengarkankeluhan  Nabi Musa as kemudian Allah swt menyuruh Nabi Musa as untuk turun dari bukit dan melihat kejadian yang akan terjadi di kaki bukit dan dalam perintah ini Nabi Musa as tak boleh ikut campur atas kejadian itu, tetapi hanya boleh melihat saja

. Kemudian Nabi Musa as melaksanakan perintah Allah swt, dan sesampainya dikaki bukit Nabi Musa as melihat seseorang berjalan sempoyongan sambil mabuk berjalan menuju ke salah satu rumah sesampainya di rumah tersebut dia memukul-mukul pintu sambil
berteriak”buka….buka….” tak lama kemudian pintu
 dibuka oleh seorang perempuan tua yang bersinar wajahnya, ketika melihat perempuan itu sipemabuk langsung memukul orang tersebut sampai babak belur, kemudian ketika orang tua itu jatuh sipemabuk menendang-nendang, masih tak puas juga sipemabuk menyeret orang tua yang tak lain adalah ibunya itu ke bukit yang terjal dan dipenuhi oleh banyak batu-batu yang tajam, ketika sampai diatas bukit sipemabuk(anak durhaka) melempar orangtua itu(ibunya) kebawah bukit, kemudian setelah puas sipemabuk durhaka itu turun sempoyongan sambil kesakitan terkena bebatuan yang tajam, ketika melihat hal itu si ibu yang  tergeletak dengan penuh luka berteriak: “hati-hati anakku jangan sampai kakimu terluka terkena batu-batu yang tajam rasanya aku ingin jadi alas kakimu biar aku yang terluka dan kakimu tak terluka.

 Ketika melahat hal ini Nabi Musa as berteriak:”ya Allah kasih sayang macam apa ini yang tak ada dendam sama sekali” kemudian Allah swt berfirman kepada Nabi Musa as: (yang kurang lebihnya)” wahai musa ketahuilah kasih sayangku terhadap hamba-hambaku lebih besar dari kasih sayang seorang ibu itu kepada anaknya, wahai musa kasih tau hamba-hambaku untuk bertobat atas dosa-dosanya dan suruhlah mereka(hamba-hambaku ) untuk menemuiku dan meminta kepadaku, aku akan kabulkan doanya…”Ada hadis dari Nabi Muhammad saww: “Allah swt berfirman dalam hadist gudsi: “aku tidak lupa kepada hambaku yang lupa kepadaku bagaimana aku terhadap hambaku yang datang kepadaku”(Allah swt pasti akan memuliakan hamba-hambanya yang datang kepadanya)

Kalau kita ingin bertemu kepada orang-orang yang berpangkat/orang-orang yang terkenal maka kita harus membikin janji terlebih dahulu, kita memiliki Tuhan(ALLAH SWT) dialah dzat yang maha mulia tak ada yang bisa menandinginya, dan kita bisa bertemu dengannya setiap saat tanpa janji terlebih dahulu kenapa kita melupakannya, sungguh benar orang-orang yang masuk neraka itu karena ulahnya sendiri bukan orang lain.

Allah adalah Nur (cahaya di atas segala cahaya) 
kalau matahari di siang hari bersinar dengan terangnya dan rumah2 yang terbuka jendala2nya dan sinar matahari masuk kedalam nya maka orang2 yang ada di dalam rumah bisa dengan mudah melakukan pekerjaan2 mereka, dan ketika matahari bersinar akan tetapi orang2 yang ada di dalam rumah menutup jendala rapat2 sehingga tidak sedikitpun cahaya yang masuk ke dalamnya, sehingga rumah tersebut gelap gulita dan menyebabkan orang2 yang berada di dalamnya tidak bisa bekerja, ini semua bukan kekurangan atau kesalahan matahari akan tetapi kekurangan  dan
 kesalahan orang2 yang berada di dalam rumah tersebut, karena tidak mau membuka jendela2 rumahnya….
Allah adalah Nur(cahaya yang lebih baik/di atas segala cahaya) yang terang utk dirinya sendiri dan menerangi yang lainnya…

dan beruntunglah orang2 yang mau membuka jendela2 rumah(hati)nya, sehingga bisa menikmati rahmat dan kasih sayangNya…..
ada beberapa contoh yang bisa kita pakai untuk mengukur bagaimana kedekatan kita kepada Allah dan apakah Allah jauh dari kita itu berarti Allah tinggal jauh dari kita….
ada sebuah perbandingan antara 5 orang yang mana dinatara dari mereka adalah orang yang paling dekat dengan Alquran… orang2nya adalah sebagai berikut dan mereka semua membawa Alquran:
orang:
1) tidak bisa membaca alQuran akan tetapi Al-quran di tangannya…
2) bisa membaca al-Quran akan tetapi tidak bisa mengartikannya (al-quran jg berada di tangannya)….
3) bisa membaca al-Quran dan bisa mengartikannya , akan tetapi tidak bisa menafsirkannya (al-quran jg berada di tangannya)….
4) bisa membaca al-Quran, bisa mengartikannya dan bisa menafsirkannya akan tetapi tidak bisa mengamalkannya (al-Quran juga berada di tangannya)….
5) bisa membaca al-Quran, bisa mengartikannya, bisa menafsirkannya dan bisa jg mengamalkannya (al-Quran berada di tangannya)…
dalam pengelihatan secara dhohiri al-quran sama2 berada di tangan mereka (5 orang) semua akan tetapi secara maknawi orang kelima yang paling dekat dengan al-Quran karena bisa benar2 bicara dengan al-Quran, dan bisa memahami al-Quran dng sempurna………..
Allah bersama kita dimana saja kita berada..
Allah lebih dekat kepada kita dari pada urat nadi kita kepada kita…..
Allah lebih dekat kepada kita daripada kita dengan nyawa kita……
tapi secara maknawi seberapa dekatkah kita kepada Allah?
contoh yang ada di atas bisa kita pakai untuk mencontohkan seberapa kedekatan kita dengan Allah….
apakah kita telah mengetahui Allah?
apakah kita telah mengenal Allah?
apakah kita telah mengetahui untuk apa Allah menciptakan kita?
apakah kita telah mengetahui apa yang diinginkan Allah dari kita?
apakah kita telah mengetahui apa2 yang mengeluarkan kita dari agama Allah sehingga kita bisa menjaga diri dari itu semua?

Apakah Rasulullah saw memberi warisan kepada keluarganya atau tidak?
Ahlul sunnah tentang hal ini yakin bahwa seluruh Nabi tidak mewariskan suatu apapun, seluruh harta Nabi setelah Nabi Meninggal adalah sedekah. Dalil mereka adalah cuma satu hadis yang disebutkan oleh Abu bakar. Abu bakar berkata: “Nabi Muhammad saw bersabda : “kami para nabi tidak mewariskan suatu apapun, dan apa yang kami tinggalkan adalah sedekah”.
Dan berdasarkan hadis ini setelah meninggalnya Nabi saw mereka mengambil tanah fadak dan harta-harta Nabi saw yang lain.

Ketika sayidah Fatimah az-Zahra putrii Nabi saw meminta kembali tanah fadak yang merupakan haknya , Abubakar berkata : sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : ” kami para nabi tidak meninggal tidak meninggalkan warisan dan apa yang kami tinggalkan adalah sedekah.”
Tanpa maksud untuk berat sebelah dengan madzhab tertentu tema ini kita teliti dan kita selidiki kebenaranya.
Point per tama : dari seluruh sahabat Nabi saw hanya Abubakar yang meriwayatkan hadis di atas. Suyuti di dalam bukunya

Tadrib ar-Rawi menerangkan bahwa jumlah sahabat setelah meninggalnya Nabi saw adalah 114ribu orang dan hanya Abubakar yang menukil hadis ini, dan tidak satupun dari mereka yang menukilnya. Sampai-sampai istri-istri Nabi saw tidak tau sama sekali tentang hadis ini. Sayidina Ali yang kesehariannya selalu bersabda saw tidak pernah mendengar hadis ini, dan sayidah Fatimah az-Zahra putrid Nabi saw yang merupakan kebanggaan Nabi saw dan bagian dari Nabi saw juga sama sekali tidak menukil hadis ini.
Para pembesar ahlu sunnah juga mengakui bahwa hadis ini hanya Abubakar yang meriwayatkan hadis ini.
Abul Qosim Bangwi yang meninggal tahun 317H, Abubakar Syafi’I yang meninggal tahun 354H, Ibn Asakir, Suyuti, Ibn Hajar Makki, Muttaqi Hindi, mereka semua menjelaskan bahwa selain Abubakar tidak seorangpun dari sahabat-sahabat Nabi saw yang mendengar hadis diatas dan tidak seorang pun yang menukilnya atau meriwayatkannya.

Point Kedua: sebagian ulama’ besar ahlusunnah seperti Ibn Adi pemilik kitab al-Kamil fi at-Dhuafa’,
riwayat-riwayat yang dari pandangan ahlusunnah dho’if , batil dan bohong serta buatan dinukil didalam kitabnya. Dia (Ibn Adi) tentang riwayat hadis ini berkata: “hadis ini batil, tidak benar.”
Perkataan Ibn Adi ini adalah dari ulama’-ulama’ ahlu sunnah yang mengatakan bahwa : ” قلت لابن خراج حدیث ما ترکناه الصدقة قالوا باطل
Tentang hal ini Dzahabi di dalam kitab Tadzkiratu al-Hifadh jilid 2 halaman 683 dan di dalam kitab Sair A’lami an-Nubala’ jilid 13 halaman 510 begitu juga Ibn Hajar As-Qolani di dalam kitab Lisan al-Mizan jilid 3 halaman 44 dan di dalam kitab al-Kamil fi al-Dhuafa’ menyebutkan bahwa hadis ini (yang tersebut diatas) adalah batil dan tidak benar.

Point ketiga: perdebatan antara sayidah Fatimah az-Zahra dan Abubakar.
Setelah perampasan tanah fadak sayidah Fatimah menemui Abubakar dan berkata kepada Abubakar mengapa engkau merampas tanah fadak dari kami? Kemudian Abubakar membaca hadis diatas .
Setelah itu sayidah Fatimah az-Zahra menetapkan satu perkara islami dan dengan 2 ayat al-Quran memberikan dalil bahwa perkataan Abubakar batil dan tidak benar. Sayidah Fatimah az-Zahra berkata : “اترث اباک ولا ارث ابی” Hai Abubakar, kau mewarisi warisan dari ayahmu dan aku Fatimah (putri Nabi saw) tidak mewarisi warisan ayahku (apakah ini bisa diterima akal)?
تزعمون ان لا ارث لي افعلی عمد ترکتم کتاب الله ونبضتموه وراء ظهورکم

Apakah kamu tidak membayangkan dengan pikiran ini kamu telah menentang kitab Allah dan perintah-perintah Allah telah kamu letakkan dibawah kakimu (kamu menentang perintah-perintah Allah ). Kamu berkata kalau para Nabi tidak meniggalkan warisan. Akan tetapi al-Quran tentang Nabi Sulaiman dan Nabi Dawud berkata: “وورث سلیمان داوود”(dan Suleiman telah mewarisi warisan dari (ayahnya) Dawud as.)
Dan juga hubungan antara Nabi Yahya dan Zakaria, Nabi Zakaria berkata :
فهب لي من لدنک وليا يرثني ويرث من آل يعقوب” (maka anugerahilah aku dari sisimu seorang putera,yang akin mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub)
Jika seluruh Nabi tidak memberikan warisan , kenapa Nabi Zakaria meminta kepada Allah swt seorang anak yang akna mewarisi semua miliknya, dan semua milik keluraga Ya’qub?

Al-Quran mengeluarkan satu hukum yang mutlak yang ditujukan untuk seluruh orang-orang yang islam. Al-Quran berkata :
یصیکم الله فی اولادکم للذکر مثل حظ الانثببن” surah an-Nisa ayat 11.
(Allah mensyariatkan Kepadamu tentang (pembagian pusaka/warisan untuk) anak-anakmu, yaitu bagian seorang anak laki-laki adalah sama dengan 2bagian anak perempuan….)
(فزعمتم ان لا حظ لي ولا ارث لي من ابي) (ولا ارث من ابي افحکم الله بآیة اخرج ابي منها)
Apa kamu berfikir kalau ada ayat yang lain yang melarang aku untuk mendapatkan warisan dari ayahku? “ام يقولون اهل ملتین لا یتوارثان
Apakah kamu meliki keyakinan kalau aku bukan seorang muslim dan telah murtad sehingga aku tidak bias mewarisi warisan ayahku?

Ini adalah perdepatan antara sayidah Fatimah az-Zahra dan Abu-Bakr , kejadian ini dinukil/diriwayatkan oleh Jauhari salah seorang ulama besar Ahlu sunnah didalam kitab as-Saqifah wa Fadak halaman 144 dan juga dinukil/diriwayatkan oleh Ibn Abi Alhadid didalam kitabnya شرخ نهج البلاغة Begitu juga Ahmad Ibn Abi Thahir Baqdadi yang tereknal dengan Ibn Thaifur dalam kitab بلاغات النساء halaman14 menukilnya
Point keempat : mengapa mereka tidak memberikan tanah Fadak kepada sayidah Fatimah az-Zahra ?
Didalam kitab السیرة الحلبیه jilid 2 halaman 485 dan jilid 3 halaman 362 disebutkan bahwa:
جائت فاطمة بنت رسول الله(ص) الی ابي بکر وهو علی المنبر فقالت : یا ابا بکر افي کتاب الله ان ترث ابنتک ولا ارث ابي؟ فاستعبر ابوبکر باکیا. ثم قال: بابای ابوک. وبابای انت. ثم نزل فکتب لها بفدک . ودخل علیه عمر فقال:ما هذا فقال:کتاب کتبته لفطة میراثها من ابیها. قال: فماذا تنفق علی المسلمین و قد حاربتک العرب کما تری
ثم اخذ عمرالکتاب فشقه

Ketika sayidah Fatimah az-Zahra datang menemui Abubakar yang ketika itu sedang berada di atas mimbar. Beliau ( sayidah Fatimah ) berkata : “wahai Abubakar Apakah didalam Al-Quran terdapat ayat yang menerangkan bahwa putrimu boleh mewarisi warisan darimu sedangkan aku tidak boleh mewarisi warisan dari ayahku ?”
(setelah mendengar hal itu) maka Abubakar menyesal dan menangis kemudian turun dari mimbar dan menulis sebuah tulisan (yang menyatakan bahwa Abubakar mengembalikan tanah fadak terhadap putri Nabi saw ) untuk sayidah Fatimah, ketika selesai menulis Umar masuk menemui Abubakar dan berkata : ini apa (tulisan ini untuk siapa dan tentang apa)?
Abubakar Menjawab: ini tulisan yang aku tulis untuk Fatimah tentang warisan-warisan untuknya dari ayahnya.

Umar berkata: Apa yang akan kau berikan kepada Muslimin(kalau bukan dengan tanah fadak) sedangkan semua orang arab telah melawan seperti yang telah kamu saksikan .
Kemudian Umar mengambil surat/tulisan tersebut dan merobek-robeknya.
Disini terdapat point penting dan menarik. “فماذا تنفق علی المسلمین و قد حاربتک العرب کما تری
Tulisan ini menerangkan bahwa (pada saat itu ) kabilah-kabilah arab telah bangkit melawan kita sedangkan tidak seorangpun yang membayar zakat dan pajak kepada kita. Dengan harta apa kamu ingin menjaga kekuasaan.

Kemudian pada kalimat terakhir “ثم اخذ عمر الکتاب فشقه” tulisan ini menyebutkan bahwa Umar mengambil tulisan Abubakar dan kemudian menyobeknya. Kalau Umar menghormati kekhalifahan Abubakar maka Umar tidak akin menyobek tulisan Abubakar yang merupakan pemimpinnya.

Fatimah Az-Zahra a.s adalah putri ke empat Rasulullah saw. Beliau adalah putri kesayangan Nabi saw dan merupakan putri satu2nya yang mendampingi Nabi saw sampai akhir hayat Nabi saw. Beliau adalah wanita yang paling dicintai oleh Nabi yang dengannya keturunan Nabi saw tidak terputus.

Al-Hasan dan Al-Husein adalah kedua putranya yang Nabi saw telah bersabda tentang mereka. Nabi saw bersabda bahwa “Al-Hasan dan Al-Husein adalah anak-anakku ..” Suaminya adalah Amirul Mukminin Ali a.s, Ibunya adalah Khadijah r.a. Ummul mukminin, pamannya adalah Hamzah r.a pemberani qurasy, pamannya adalah Abbas r.a.
Dan Fatimah a.s. adalah kautsar Nabi saw yang mana surah Al-Kautsar turun berkenaan dengannya.
Fatimah a.s. adalah Az-Zahra adalah Ash-Shiddiqah adalah Ath-Thahirah adalah Al-mubaarakah adalah Az-Zakiah adalah Ar-Radhiah adalah Al-Mardhiah adalah Al-Muhaddatsah dan adalah Al-Batuul serta beliau adalah Ummu AbiHa..

Hasan Al-Bashri wafat thn 110 H berkata ” tidak ada seorangpun dari ummat ini yang lebih bertaqwa dan lebih dalam zuhud dan ibadahnya dari Fatimah a.s.”
Fatimah a.s adalah wanita yang dari seluruh sudut pandang ahlu sunnah maupun syiah adalah wanita yang tidak pernah berbuat salah sama sekali…
Rasulullah SAWW berkata kepada Fatimah : “Wahai Fathimah, barang siapa bershalawat kepadamu, maka Allah akan mengampuni (dosa-dosanya) dan mengumpulkannya denganku di surga”.
Fatimah a.s berkata kepada Khalifah pertama dan kedua: “Jika aku membacakan hadis dari Rasulullah SAWW apakah kalian akan mengamalkannya?”
“Ya”, jawab mereka singkat.
Ia melanjutkan: “Demi Allah, apakah kalian tidak pernah mendengar Rasulullah SAWW bersabda: “Kerelaan Fathimah adalah kerelaanku dan kemurkaannya kemurkaanku. Barang siapa mencintai Fathimah putriku, maka ia telah mencintaiku, barang siapa yang membuatnya rela, maka ia telah membuatku rela, dan barang siapa membuatnya murka, maka ia telah membuatku murka”?
“Ya, kami pernah mendengarnya dari Rasulullah SAWW”, jawab mereka pendek.
“Kujadikan Allah dan malaikat sebagai saksiku bahwa kalian berdua telah membuatku murka. Jika aku kelak berjumpa dengan Rasulullah, niscaya aku akan mengadukan kalian kepadanya”, lanjutnya.

Disbutkan dalam shahih Bukhori dalam kitab Bada’ al-Khalq di bab Manaqib qarabatu Rasulillah saw bahwa Rasulullah saw bersabda : ” Fatimah adalah bagian dariku, maka barang siapa yang membikin marah dia maka telah membuatku marah”
hadis seperti ini juga di riwayatkan dalam kitab Kanz Al-Ummal jilid 6 halaman 230.
disebutkan juga dalam kitab shahih Bukhori dalam kitab Al-Nikah
disebutkan juga dalam kitab Musnad Ahmad jilid 4 halaman 328.
disebutkan juga dalam kitab shahih Muslim di dalam bab Fadhail as-Shahabah.
disebutkan juga dalam kitab shahih Muslim di al-Bab al-Mutaqadim.
disebutkan juga dalam kitab shahih at-Tirmidzi jilid 2 halaman 319.
disebutkan juga dalam kitab al-Mustadrak ala al-Shahihain jilid 3 halaman 158.
disebutkan juga dalam kitab Hilah al-Auliya’ jilid 2 halaman 40
hadis diatas disebutkan dalam alur yang berbeda di dalam kitab as-Shawaiq al-Muhriqah hal 190 bahwa

Rasulullah bersabda : ” sesungguhnya Allah swt marah untuk marahnya Fatimah dan Ridha untuk Ridhanya Fatimah.”
hadis-hadis tentang kemuliaan sayidah Fatimah as dimuat di seluruh buku-buku ulama’ sunni yang mu’tabar dan penting.
sayidah Fatimah adalah kecintaan Nabi saw, kecintaan Nabi saw adalah kecintaan Allah swt.
disebutkan didalam al-Quran surah al-Ahzab ayat 57 bahwa Allah swt berfirman : “sesungguhnya orang-orang yang mengganggu Allah swt dan RasulNya, maka Allah akan melaknatnya di dunia dan di akhirat dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.”
disebutkan dalam kitab الوافی بالوفیات jilid 2 halaman 17 bahwa ابراهیم ابن سیار النظام berkata bahwa sesungguhnya Umar ibn khattab (khalifah kedua) telah memukul perut sayidah Fatimah as (yang dalam keadaan hamil) di hari baiat (hari dimana masyarakat dipaksa untuk berbaiat kepada Abubakar) sampai Muhsin (anak yang dikandungnya) keluar dari perutnya jatuh ketanah.

disebutkan juga dalam kitab الامامة و السیاسة jilid 1 halaman 12 bahwa IBn Qutaibah Ad-Dainuri berkata : sesungguhnya Abubakar mencari sekelompok orang untuk berbaiat kepadanya yang mana sekelompok tersebut berada di rumah sayidina Ali as maka Abu bakar mengirim Umar, datanglah Umar ke rumah sayidina Ali as dan dia memanggil mereka semua yang berada di dalam rumah sayidina Ali as, akan tetapi mereka semua tidak ada yang menjawab teriakan Umar, dan tidak ada satupun yang keluar, maka Umar untuk kedua kalinya dengan membawa kayu bakar yang ada di tangannya dia berteriak : “demi yang jiwaku berada di tangannya kalian semua akan keluar atau aku bakar rumah ini beserta yang berada didalamnya.”
satu orang dari dalam rumah berkata kepada Umar : “wahai ayahnya Hafsah sesungguhnya Fatimah berada di dalam rumah ini.”

Umar berakata :”walaupun dia ada” (aku akan tetap membakar rumah ini).
kejadian ini juga dimuat di dalam kitab العقد الفرید jilid 4 halaman 259 cetakan mesir dengan alur yang sedikit berbeda..
di dalam kitab کنز العمال jilid 3 halaman 140 bahwa umar berkata keada sayidah Fatimah as: “tidak ada orang yang lebih dicintai oleh ayahmu lebih daripada cintanya kepadamu, akan tetapi ini tidak akan mencegahku, sebagaimana sekelompok orang ini yang telah berkumpul di dekatmu, aku akan memerintah mereka untuk membakar rumahmu.”
orang-orang yang menyerang rumah putri Nabi saw itu disebutkan di dalam kitab تاریخ الطبری jilid 2 halaman 443-444.
kejadian juga disebutkan dalam kitab تاریخ ابوالغداء jilid 1 halaman 156 dengan alur yang sedikit berbeda yaitu

Abubakar menyuruh Umar untuk mengambil baiat dari orang-orang yang berada di dalam rumah sayidina Ali, dan jika mereka menolak maka perintah berikutnya adalah Umar harus menyerang mereka, dan Umar membakar rumah sayidah Fatimah as..
disebutkan di kitab2 sejarah bahwa sayidah Fatimah mulai saat itu sampai meninggal tidak mau berbicara kepada Abubakar dan Umar dan juga tidak Ridha atas perbuatan mereka, serta marah atas apa yang mereka lakukan kepadanya dan sayidina Ali as..
disebutkan juga didalam kitab sejarah bahwa sayidah Fatimah setiap selesai sholat selalu mengadu kepada Allah swt atas perbuatan mereka….
disebutkan juga dalam kitab-kitab sejarah bahwa Fatimah a.s berkata kepada Khalifah pertama dan kedua: “Jika aku membacakan hadis dari Rasulullah SAWW apakah kalian akan mengamalkannya?”
“Ya”, jawab mereka singkat.

Ia melanjutkan: “Demi Allah, apakah kalian tidak pernah mendengar Rasulullah SAWW bersabda: “Kerelaan Fathimah adalah kerelaanku dan kemurkaannya kemurkaanku. Barang siapa mencintai Fathimah putriku, maka ia telah mencintaiku, barang siapa yang membuatnya rela, maka ia telah membuatku rela, dan barang siapa membuatnya murka, maka ia telah membuatku murka”?
“Ya, kami pernah mendengarnya dari Rasulullah SAWW”, jawab mereka pendek.
“Kujadikan Allah dan malaikat sebagai saksiku bahwa kalian berdua telah membuatku murka. Jika aku kelak berjumpa dengan Rasulullah, niscaya aku akan mengadukan kalian kepadanya”, lanjutnya.
di kitab as-Shawaiq al-Muhriqah hal 190 bahwa Rasulullah bersabda : ” sesungguhnya Allah swt marah untuk marahnya Fatimah dan Ridha untuk Ridhanya Fatimah.”
disebutkan didalam al-Quran surah al-Ahzab ayat 57 bahwa Allah swt berfirman : “sesungguhnya orang-orang yang mengganggu Allah swt dan RasulNya, maka Allah akan melaknatnya di dunia dan di akhirat dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.”

Saya melihat bahwa negara iran seolah-olah menjadi pembela islam, tetapi banyak umat islam yang di bunuh oleh kaum syah, padahal  syah merupakan buah pemikiran seorang yahudi, bahkan di negara iran terdapat kabbah versi mereka, begitu pula dengan qunut ala syah yang mengejek dan melaknat para sahabat, lalu apakah khurasan yang dimaksud dalam hadits bahwa dajjal akan muncul dari negeri khurasan ? apakah negeri khurasan yang dimaksud itu adalah salah satu provinsi di iran, dan apakah imam mahdi orang syah itu adalah dajjal, seberapa dekatkah zionis yahudi dan iran, mohon diungkap. wassalam
Wa’alaykumsalam, wr.wb saudaraku Abu Hasan. Jazakallah atas pertanyaannya, semoga kita selalu diberi keberkahan oleh Allah di fase-fase akhir zaman seperti sekarang ini.
Saya melihat ada dua ciri karakteristik kelompok/orang yang masuk ke lingkaran Syiah. Pertama mereka yang sebenarnya masih awam tentang Syiah. Golongan ini pada dasarnya tidak begitu mengenali bagaimana seluk beluk Syiah selama ini. Dari mulai pelecehan Syiah terhadap para sahabat, kecuali Ali. Sikap Syiah terhadap Ahlus Sunnah. Doktrin Imamah Syiah (yang berimplikasi pada Ushul Fiqh), sampai praktek taqiyah milik Syiah untuk menutupi ajaran mereka selama ini.
Kedua. Pengikut Syiah yang benar-benar ideologis. Mereka mengikuti hakikat ajaran Syiah sepenuhnya. Seperti konsep Imamah, Taqiyah, Roj’ah, bad’a, dan lain sebagainya. KH. Nabhan Husein, dalam presentasinya di Mesjid Istiqlal tahun 1997, lewat artikel berjudul “Tinjauan Ahlussunah Terhadap Faham Syiah Tentang Al Qur’an dan Hadits” pun merinci setidaknya ada 219 ayat yang di Al Qur’an yang tidak diakui kelompok Syiah.
Pada kasus pertama biasanya mereka yang masuk ke komunitas Syiah salah satunya oleh kekaguman kepada sosok Ahmadinejad. Mereka juga tidak bisa membedakan kasus Revolusi Iran dengan faham aqidah Syiah. Lalu bukan tidak mungkin mereka termakan oleh praktik taqiyah Syiah yang sengaja dimainkan untuk menutup-nutupi hakikat sesungguhnya.
KH Dawam Anwar, dalam presentasinya “Inilah Haqiqat Syiah” saat Seminar Nasional tentang Syiah tahun 1997 di Mesjid Istiqlal, menjelaskan bahwa salah satu sulitnya ajaran Syiah terendus masyarakat awam dikarenakan kitab-kitab yang memuat hakikat Syiah dan Syariat Syiah langka sekali, bahkan bisa dibilang tidak ada.
Kitab-kitab semacam Al Kaafi, Tahdzibuk Ahkam, Al Istibshar, Bihar Al Anwar, Al Waafi dan lain-lain tidak ditemui toko-toko buku pada umumnya. Karena sejak dahulu ulama-ulama Syiah sengaja merahasiakan kitab-kitab semacam itu agar jangan sampai jatuh ke tangan Ahlus Sunah karena akan menjadi senjata makan tuan. Walau pada akhirnya, atas izin Allah, kitab-kitab itupun sampai juga ke tangan ulama Ahlussunah wal Jama’ah.
Hemat saya, elemen pertama inilah yang bisa menjadi lahan dakwah bagi kita untuk mengingatkan kepada mereka tentang kekeliruan faham Syiah. Kita bisa sama-sama menyadarkan untuk tidak terpukau semata-mata karena faktor Ahmadinejad gencar melakukan kritik terhadap Amerika. Karena, hal itu pun juga masih bisa diperdebatkan.
Kalaulah memang Ahmadinejad serius melawan Amerika, sekiranya ia bisa berbuat lebih riil dalam melaksanakannya. Tidak jauh dari Iran, berbatasan langsung dengan teritori Ahmadinejad, yakni Afghanistan dimana puluhan ribu mujahidin bahu membahu mengusir Amerika dan cengkaman Zionis. Namun sampai saat ini belum ada tindakan konkret dari Ahmadinejad untuk membantu Afghan mengusir Amerika.
Yang terjadi justru sebaliknya. Satu contoh saja, kita ketahui bersama hubungan Ahmadinejad dengan Nouri Al Maliki dekat sekali. Padahal Nouri adalah kaki tangan Amerika dan Israel di Irak. Jadi amat wajar jika spekulasi kemudian berkembang: apakah karena Nouri Al Maliki juga oang Syiah?
Bahkan 18 april lalu, lima belas orang tewas di Ahwaz, Iran oleh pasukan keamanan Iran didukung oleh milisi pakaian sipil. Mereka melakukan serangan terhadap aksi demonstrasi dengan kekerasan yang menuntut hak bagi mayoritas etnis Arab di provinsi Khuzestan Iran yang berpenduduk mayoritas Sunni.
Kalaulah Iran masih menganggap Sunni adalah saudaranya kenapa harus dengan membunuh, bukankah lebih baik senjata itu diarahkan kepada musuh sebenarnya yakni Gedung Putih yang kini bercokol di Irak, Afghan, dan Palestina?
Dan ini semakin menimbulkan kecurigaan kenapa Iran—yang tak lebih besar daripada Iraq yang sudah digempur habis-habisan oleh AS dan sekutu, masih baik-baik saja. Dalam artian, AS tidak pernah melakukan suatu tindakan yang nyata terhadap Iran.
Khurasan dan Iran
Lalu pertanyaan saudara selanjutnya apakah yang dimaksud Khurasan disini adalah salah satu provinsi di Iran? Betul memang ada hadis yang mengatakan demikian. Namun kita ketahui bersama bahwa nama Khurasan minimal berada pada dua negara; pertama di Iran itu sendiri, kedua terletak pada salah satu sudut daerah di India Selatan, tepatnya masuk teritori Desa Babua. Dari sinilah beberapa kalangan sempat menilai bahwa Sai Baba itu adalah Dajjal karena berasal dari Desa Khurasan, India Selatan.
Dalam melihat Khurasan, DR Uman Sulaiman al Asyqar dalam kitabnya al Yaum al Akhir: al Qiyamah ashShughra wa’ Alamat al Qiyamah al kubra, mengacu pada hadis Rasulullah SAW dari An Nuwwas Ibn Sa’man, yang berbunyi “Sesungguhnya ia (Dajjal) muncul di suatu daerah antara Syam dan Iraq. Ia merusak ke kanan dan ke kiri. Hai Para Hamba Allah bersiteguhlah.”
Dalam konteks hadis ini, Syekh Al Bani berkata bahwa menurut Hakim sanad hadis ini shahih, dan disetujui oleh Adz Zahabi. Oleh karena itu DR Umar Sulaiman menilai bahwa Khruasan yang dimaksud adalah Persia. Yang berarti masuk teritori Iran modern.
Hal ini bisa diperkuat dari hadis lainnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lainnya yang berbunyi. “Pengkuti Dajjal dari Yahudi Isfahan ada tujuh puluh ribu orang. Mereka memakai pakaian gamis” (Musnad Ahmad IV h. 216-217).
Isfahan (Esfahan) sendiri adalah sebuah kota bersejarah di Iran dan terbesar ketiga di Iran. Secara geografis kota ini terletak pada 32°38′ LU 51°29′ BT, di dataran Zayandeh-Rud yang subur, di kaki pegunungan Zagros.
Pada masa lampau Isfahan juga ditulis sebagai Ispahan. Atau dalam bahasa Persia Kuna disebut Aspadana. Dan dalam dialek bahasa Persia Pertengahan disebut Spahān,
Abu Naim dalam kitabnya Lawami’ al Anwar Bahiyyah, seperti dikutip DR. Sulaiman menuturkan bahwa salah satu desa yang masuk dalam daerah Isfahan ada yang bernama al Yahuddiyah karena penduduknya khusus Yahudi sampai zaman Ayyub Ibn Ziyad penguasa Mesir pada zaman Khalifah al Mahdi ibn al Manshur al Abbasi. Pada zaman ini kaum muslim mulai masuk ke desa itu sehingga orang-orang Yahudi terdesak. allahu’alam.

1. MASA PENJAJAJAHAN KEDUA BELANDA Disusun oleh : Ahmad Zaky Agniya XI IPA 2

2. PENJAJAJAHAN KEDUA BELANDA
Latar Belakang Mulainya Kembalinya Penjajahan Belanda Perlawanan Rakyat Indonesia

3. Perjanjian London Perjanjian ini terjadi pada tanggal 17 Maret 1824. Dalam perjanjian ini juga pulau Jawa kembali ke tangan Belanda. Hingga kemudian Belanda membentuk Komisaris Jenderal yang akan yang akan melaksanakan kembali kekuasaan di Indonesia yang beranggotakan Elout, Buyskes, dan Van der Capellen

4. Mulai Kembalinya Penjajahan Belanda -
Seluruh wilayah bekas kekuasaan Raffles diserahkan oleh John Fendall kepada Komisaris Jenderal (19 Agustus 1816) - Indonesia menjadi daerah kekuasaan Belanda dengan nama Hindia Belanda - Belanda melakukan monopoli dagang

5. Perlawanan Rakyat Indonesia •
Ternyata dari semua kebijakan yang diterapkan Belanda rakyat Indonesia tidak tinggal diam, diantarnya dengan berbagai perlawanan berikut : Perang Thomas Matulessi Perang Diponegoro Perang Padri

6. Perlawanan Thomas Matulessy Kapitan Pattimura yang bernama Thomas Matulessy [Ahmad Lussy], ini lahir di Negeri Haria, Saparua, Maluku tahun 1783. Perlawanannya terhadap penjajahan Belanda pada tahun 1817 sempat merebut benteng Belanda di Saparua selama tiga bulan setelah sebelumnya melumpuhkan semua tentara Belanda di benteng tersebut. Namun beliau akhirnya tertangkap. Pengadilan kolonial Belanda menjatuhkan hukuman gantung padanya. Eksekusi yang dilakukan pada tanggal 16 Desember 1817 akhirnya merenggut jiwanya.

7. Perang Padri •
Perang Padri adalah peperangan yang berlangsung di Sumatera Barat dan sekitarnya terutama di kawasan Kerajaan Pagaruyung dari tahun 1803 hingga 1838. Perang ini merupakan peperangan yang pada awalnya akibat pertentangan dalam masalah agama sebelum berubah menjadi peperangan melawan penjajahan

8. Perang Diponegoro •
 Perang Diponegoro adalah perang besar dan menyeluruh berlangsung selama lima tahun (1825-1830) yang terjadi di Jawa, Hindia Belanda (sekarang Indonesia), antara pasukan Belanda di bawah pimpinan Jendral De Kock melawan penduduk pribumi Indonesia dibawah pimpinan Pangeran Diponegoro. Berdasarkan dokumen-dokumen Belanda yang dikutip oleh ahli sejarah, perang ini menewaskan sekitar 200.000 orang warga pribumi. Sementara korban tewas di pihak Belanda berjumlah 8.000.

9. Tindakan Belanda Selanjutnya •
Pada Tahun 1830 Belanda mengangkat Gubernur Jenderal baru yang bernama Van Den Bosch yang kemudian melakukan sistem tanam paksa

10. Latar Belakang diterapkannya tanam Paksa 1. Di Eropa, Belanda terlibat dalam peperangan-peperangan pada masa kejayaan Napoleon sehingga menghabiskan dana yang besar. 2. Terjadinya Perang Kemerdekaan Belgia yang diakhiri dengan pemisahan Belgia dari belanda pada tahun 1830. 3. Terjadinya perang Diponegoro (1825-1830) yang merupakan perlawanan rakyat jajahan Dtermahal bagi Belanda. Perang Diponegoro menghabiskan biaya sekitar 20.000.000 gulden. 4. Kas negara Belanda kosong dan utang yang ditanggung Belanda cukup berat. 5. Pemasukan uang dari penanaman kopi tidak banyak.

11. Dampak Tanam Paksa - Terjadi kemiskinan dan kelaparan di Cirebon, Demak, Grobogan. - Terjadi
penyelewengan oleh para petugas Belanda sendiri yaitu kerja rodi, dan eksploitasi kekayaan alam Indonesia.

12. Dukungan yang datang Rakyat Indonesia tidak hanya menderita sendirian tapi bantuan pun datang dari dari berbagai pihak salah satunya dari kaum humanis yang membantu menghapuskan tanam paksa dari indonesia melalui buku dan tulisannya di beberapa media saat itu.

13. Tokoh-tokoh Humanis yang membantu Indonesia •
 Eduard Douwes Dekker Fransen van de Pute Baron van Hoevell Van Deventer

14. Eduard Douwes Dekker Eduard Douwes Dekker yang memprotes pelaksanaan tanam paksa melalui tulisannya berjudul Max Havelaar. Dalam tulisan tersebut, ia menggunakan nama samaran Multatuli, artinya aku yang menderita.

15. Fransen van de Pute Fransen van de Pute, ia seorang anggota Majelis Rendah yang mengusulkan tanam paksa dihapuskan.

16. Baron van Hoevell Baron van Hoevell, ia seorang pendeta di Batavia yang berjuang agar tanam paksa dihapuskan. Usahanya mendapat bantuan Menteri Keuangan Torbecke.

17. Van De Venter Pada tahun 1899, menulis artikel berjudul Een Eereschuld (Utang Budi) yang dimuat dalam majalah De Gids. Artikel tersebut berisi, antara lain, Trilogi Van Deventer yang mencakup edukasi, irigasi, dan transmigrasi. Edukasi artinya mendirikan sekolah-sekolah bagi pribumi dan akhirnya melahirkan kaum cerdik pandai yang memelopori pergerakan Nasional Indonesia. Irigasi artinya mengairi sawah-sawah, namun pada praktiknya yang diairi hanya perkebunan milik Belanda. Transmigrasi artinya memindahkan penduduk dari Pulau Jawa ke luar Pulau Jawa, misalnya Sumatra. Namun praktiknya berubah menjadi emigrasi, yaitu memindahkan penduduk Indonesia ke Suriname untuk kepentingan perkebunan Belanda
.
18. Foto Tokoh-tokoh Humanis yang membantu Indonesia • Eduard Douwes Dekker Baron van Hoevell Van Deventer
19. Eduard Douwes Dekker
20. Baron van Hoevell
21. Van Deventer
22.


Berakhirnya Tanam Paksa Akhirnya, tanam paksa dihapuskan, diawali dengan dikeluarkannya undang-undang (Regrering Reglement) pada tahun 1854 tentang penghapusan perbudakan. Namun pada praktiknya, perbudakan baru dihapuskan pada tanggal 1 Januari 1860. Selanjutnya, pada tahun 1864 dikeluarkan Undang-Undang Keuangan (Comptabiliteits Wet) yang mewajibkan anggaran belanja Hindia Belanda disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Dengan demikian, ada pengawasan dari Badan Legislatif di Nederland. Kemudian pada tahun 1870 dikeluarkan UU Gula (Suiker Wet) dan UU Tanah (Agrarische Wet). Tanam paksa benar-benar dihapuskan pada tahun 1917. Sebagai bukti, kewajiban tanam kopi di Priangan, Manado, Tapanuli, dan Sumatra Barat dihapuskan.

Zarathutra adalah agama yang di anut bangsa Persi pada masa itu . literatur Arab menyebut nya denga agama Majusi , atau literatur barat menyebut nya  Mazdaism  Keyakinan di dalam agama ini meyakini bahwa  , alam semesta ini di kuasai oleh dua kodrat Yaitu Ahura-Mazda (Ormudz) kodrat Maha Bijaksana dan Angro-Mayu (Ahriman). Kodrat Angkara Murka yang mana dua sfat ini saling bertentangan dan berlawanan.

Kepercayaan Agama ini mewajibkan ; setiap Manusia harus menpunyai kodrat Maha Bijaksana. Dengan melaksanakan pemujaan dan kebaktian terhadap kedua kodrat tadi , dan menghayati Fikirah yang baik (Humata), Kata yang baik (Huk hata), dan Perbuatan yang baik (Havarsta) Lambang dari Ahuru Mazda adalah api. Maka di setiap Kota dan tempat berdiri nya kuil api (Fire Temples) untuk tepat pemujaan dan kebaktian diselenggarakan , yang dipimpin oleh para pemuka agama (Destur Mobed) dan pelyan kebaktian (Herbed) .

Api air dan tanah di pandang suci , oleh sebab itu orang wafat tidak di kubur , akan tetapi di tempatkan pada bangunan  tinggi (Menara Senyap)  yang khusus didirikan untuk penempatan mayat , yang akan menjadi santapan burung Nasar. Para penganut agama ini  pada setiap senja menjelang Matahari terbenam , menuju pantai atau danau ataupun sungai untuk membasuh keningnya lalu menundukan ke empat penjuru mata angina sambil mengucapkan kata kata khusus .Menurut kepercayaan mereka . Pada akhir zaman , kezaliman sudah merajalela maka Shayosant akan turun menbangu kerajaan penuh keadilan di muka bumi
.                                 
Bila kiamat dating dan disusul denga hari kebangkitan umat Ahura -Mazda memegang kekuasaan penuh pada masa itu . Setiap manusia harus melintasi  Civanto- Peretu, yaitu sejenis titian yang lebih halus dari di belah tujuh , terbentang di atas arus gelombang caian logam panas menyala nyala . Agro-Mayu dan pengikutnya akan tergelincir dan terbakar selama lamanya di dalam api siksaan (Gehannama).

Ahura-Mazda pada akhirnya memusnakan yang jaha jahat itu.tetap bagi mereka yang memuja dan berbakti kepada Ahuru-Mazda akan selamat , dan blia melintasi Civanto- Peretu laksana kilat , langsung masuk Paridaiza (Surga Firdaus)

Avesta adalah kitab suci dalam agama Zarathutra berasal dari kata Avistak, yang bermakna : Bacaan. Samahalnya seperti Al Qur-an yang merupakan kitab suci agama Islam yang berarti : Bacaan  Kitab Avesta  terdiri atas lima buah kitab , yaitu : Yasna , Vespered , Vendidad , Yasht dan Khorda . Pada bagian  Kitab  Yasna , masih di jumpai bahasa Iran Tua , terdapat pada bagian Ghata . Pada kitab lain lebih banyak memakai bahasa Pahlevi ( Bahasa Grik berpadu dengan bahasa Iran tua ).

Setelah wilayah parsi di kuasai dinasti Grik , Rakyat umum sudah lupa akan bahasa nenek moyang nya , Yaitu bahasa Iran Tua hanya sebagian kecil yang masih menggunakan bahasa tersebut .Nasib serupa juga di alami pada anak Benua India , yang sudah lupa akan bahasa Sanskrit  kini menggunakan bahasa  Pali
.
Kitab suci Avesta pada zaman Zarathustra (660 – 583 s M ), Pendiri Agama. Zarathutra  terdiri atas 21 buah Kitab . Demikian Eneyelopedia Britannica mengambil keterangan dari  Pahlevi-Dinkard . Sebuah kitab yang juga dipandang suci oleh pemeluk agama Zarathustra  Pada saat Alexander the Graet imperium persi maka terjadilan bencana yang amat dahsyat . Semua literature Iran Tua di musnahkan dan di paksa untuk  menggunakan bahasa Grik dan memuja dewa-dewa  (Paganism)  terutama dewa Matahari  (dewata Zeus ), dewa yang paling di agungkan menurut keyaakinan bangsa Grik
.
 Kitab suci Avesta ada dua buah naskah, salah satu naskah di kirim oleh Alexander the Great Kepada guru nya Aristoteles ( 384 – 322 s M ) di Athena, naskah yang satu di musnahkan . Setelah Alexander wafat tahun 323 s M, dan Aristotelas melarikan diri dari Athena tidak di ketahui nasib dan keberadaan naskah itu . Pada abad pertama Masehi, pada masa pemerintahan Vologeses I (51 – 77 M ) dari dinasti Arsacids, timbul niat untuk menyusun kembali Kitab Suci Avesta, yang sudah lenyap empat ratus tahun lama nya
.
Di seluruh wilayah Iran di perintahkan agar mengumpulkan keping- keping catatan    ( fragments ) dari ayat-ayat yang dimiliki oleh setiap keluarga bangsawan tertua di tanah Iran . Sebuah tim ahli di bentuk untuk menyusun kepingan ayat, ayat yang masih lengkap cuma pada bagian Ghata di dalam Kitab Yasna. Karena tidak lengkap di kitab Yasna, di buatlah ayat –ayat baru agar berhubungan antar ayat satu dan yang lain nya, dengan dmikian tersusunlah lima buah Kitab dalam Kitab  Suci  Avesta
 .
Sementara itu, dalam masa empat abad di tanah Iran, telah bercampur keyakinan mithologi Grik dengan keyakinan yang di warisi nenek moyang sendiri, yaitu paham Mazdak atau Mazdaism. Paham ini sudah tidak muri lagi, menurut ajaran yang asli dari  Zarathstra   ( 660 – 583 s M ). Pembentukan tim ahli untuk membuat aya-ayat baru dalam lima Kitab itu terdiri dari para penghanut Mazdaism. Dapatlah di bayangkan pengaruh paham yang di anut, terhadap ayat-ayat baru itu.

Agama Zarathustra yang di anut oleh bangsa Parsi, ajaran yang sudah tidak murni lagi, ajaran yang sudah di selewengkan. Sama hal nya dengan Agama Nasranidi dalam Imperium Roma pada abad ke-7 Masehi, sudah bukan ajaran yang asli dari Agama Nasrani pada masa hidup nya Jesus Kristus ( Isa Al – Masih )
Max Muller ( 1823 – 1900 ) Sarjan Agama Perbandingan, telah menyalin keseluruhan Kitab Suci Avesta ke dalam bahasa Inggris, di muat dalam karyanya yang berjudul  Sacred Books  Of the East ( Kitab Suci dari Benua Timur ). Mengambil ungkapan dari  Robert Ernest Hume.Ph. D. dalam karyanya The World’s Living Religions cetakan tahun 1930  halaman : 190 – 211 dapat di jejaki ajaran yang asli dari Zaratthustra tersebut.
                                    
Credo ( Syahadat ) dalam ajaran Zarathustra berbunyi :  “ Saya mengaku diriku penyembah  Mazda, dan pengikut Zarathustra, a whorshipper yang membenci  daevas  dan  mentaati Hukum Ahura. ” .
( “ I confess my self of Mazda, a follower of  Zoroaster, one who hates the daevas. And who obeys the Law of Ahura “ )
Keharusan menyebut Credo( Syahadat ), sama ke harusan nya menyebut Syahadat dalam Agama Islam.                                                                                                                            
Ahura Mazda, adalah Kodrat Maha bijaksana, di sifati pada bagian Ghata ( Yasna ) sbb :
1.      Maha Pencipta   ( the Creator ), Yasna
2.      Maha Tahu         ( All- Knowing ),Yasna
3.      Maha Melihat      ( All- seeing ), Yasna
4.      Maha Kuasa       ( Most Mighty ), Yasna
5.      Maha Besar        ( the Greatest ), Yasna
6.      Maha Murah        ( Most Beneficient ), Yasna

Suatu hari seorang bayi yang telah siap untuk dilahirkan didunia dia bertanya kepada Tuhan:
para malaikat disini mengatakan bahwa esok engkau akan mengirimku ke dunia,tetapi bagaimana caranya saya hidup ditempat semacam itu, saya begitu kecil dan lemah?
Dan Tuhan menjawab: aku telah memilih satu malaikat untukmu.Ia akan menjaga dan mengasihanimu.
Tapi disini saya, didalam surga apa yg pernah saya lakukan hanyalah tertawa ini sudah cukup bagi saya untuk berbahagia
malaikatmu akan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kebahagiaan cintanya dan menjadi lebih berbahagia.
dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka?
malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar, dan dengan penuh kesabaran dan perhatian, dia akan mengajarkan bagaimana cara kamu berbicara
dan apa yang harus saya lakukan, saat saya ingin berbicara kepada-Mu?
malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa.
saya mendengar bahwa dibumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?
malikatmu akan melindungimu, walaupun hal tersebut mungkin dapat mengancam jiwanya.
tapi saya pasti akan sedih karena tidak melihat-Mu lagi.
malaikatmu akan menceritakan padamu tentang aku dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaku, walaupun sesungguhnya aku akan selalu berada di sisimu.
Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari bumi dapat terdengar, dan sang anak bertanya pelahan, Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku nama malaikat tersebut?
Kamu akan memanggilnya, IBU.

Setelah memeluk agama Islam, namanya menjadi Asiya Abdul Zahir. Kedua orangtuanya adalah pemeluk agama Budha, tapi ia lebih merasa sebagai seorang Kristiani karena ia sekolah di sekolah Kristen dan berada di lingkungan umat Kristiani.

“Saya selalu meyakini keberadaan satu-satunya Sang Pencipta, dimana semua yang ada sangat bergantung pada Sang Pencipta. Sejak usia 13 tahun, pada Sang Pencipta tunggal inilah, setiap hari saya berdoa dan memohon petunjuk,” kata Asiya menceritakan kehidupannya sebelum masuk Islam.

“Sayang, saat itu pengetahuan saya tentang Islam masih minim. Saya memandang Islam sebagai agama yang aneh, hanya untuk segelintir bangsa-bangsa yang masih terbelakang, yang kebanyakan berada di Timur Tengah, agama yang membatasi gaya hidup, khususnya bagi kaum perempuan,” sambungnya.
Asiya yang ketika itu belum mengenal Islam lebih dalam, menganggap Islam merendahkan kaum perempuan, perempuan dalam Islam diperlakukan sebagai budak, mengalami kekerasan fisik dan dipaksa untuk bersaing diantara empat perempuan untuk merebut kasih sayang suami (poligami) dan suami bisa melakukan apa saja terhadap istri-istrinya.

Asiya mengakui bahwa penilaiannya itu berdasarkan apa yang sering ia dengar saja dan beberapa program dokumenter yang pernah ia saksikan di televisi. Pandangannya mulai berubah ketika ia kuliah di perguruan tinggi dan berinteraksi dengan beberapa mahasiswa muslim dari berbagai latar belakang.

“Aneh, bahkan saya merasakan diri saya aneh, saya tertarik dengan mereka dan penasaran ingin mempelajari dan memahami agama mereka lebih jauh.”
“Saya perhatikan mereka sangat bahagia, saya terkesan dengan keterbukaan dan kehangatan mereka pada saya dan pada orang lain. Tapi yang lebih penting, saya terkesan dengan kebanggaan dan rasa memiliki terhadap agama yang selama ini selalu dikonotasikan dengan hal-hal negatif,” tutur Aisya.
Sedikit demi sedikit, ia merasa kagum pada Islam, dan melalui proses edukasi, ia penghormatanya terhadap agama Islam bertambah besar, bahkan jika dibandingkan dengan penghormatan terhadap agama Kristen yang selama ini ia kenal.

Asiya terkesima ketika menyadari kesalahan tentang pandangannya selama ini terhadap Islam, terutama panilaiannya yang salah tentang posisi perempuan dalam Islam. “Saya menyadari realita tentang gaya hidup Islami dan kebenaran terkait istilah yang diciptakan orang-orang Amerika tentang ‘fundamentalisme Islam’,” kata Asiya.

“Makin banyak literatur, tanda-tanda dan bukti yang diungkapkan pada saya, daya intelektualitas saya makin terstimulasi dan jiwa saya, merasakan kehangatan. Saya ingin tahu semuanya tentang Islam dan saya sudah merasakan persaudaraan dan rasa memiliki diantara orang-orang Islam,” tukasnya.
Asiya mengungkapkan, yang paling membuatnya terkesan pada Islam adalah, Islam adalah agama yang praktis dan bagaimana Islam memberikan mengatur kehidupan semua makhluk hidup. “Dan atas karunia Allah, saya akhirnya memahami kesalahan konsep teologi agama Kristen dan konsep yang sebelumnya saya terima tanpa pertanyaan,” tambah Asiya.

Klimaks dari itu semua terjadi pada 4 Agustus 1994. Di hadapan 20 saksi, Asiya mengucapkan dua kalimat syahadat dan secara resmi menjadi seorang muslim.
“Saya tidak akan pernah melupakan hari penuh rahmat itu, dan bagaimana hidup saya berubah drastis hanya dalam waktu satu tahun. Saya sering ditanya, bagaimana rasanya menjadi mualaf dan kesulitan apa yang saya hadapi. Meski saya tidak mau membicarakan masalah ini, saya tetap memberikan contoh apa saja kesulitan yang saya alami,” ujar Asiya
.
Ia mengakui beratnya tantangan saat ia menjalani puasa saat Ramadan pertamanya. Belum lagi sikap keluarganya yang belum bisa menerima keislaman Asiya. Asiya sering menerima umpatan kasar bahkan ancaman dari keluarganya. Dalam berbagai kesempatan, Asiya juga mengalami teror, kamarnya diacak-acak, buku-bukunya banyak yang hilang secara misterius dan pesan-pesan sms berisi fitnah terhadapnya, yang dikirim ke teman-teman dan orangtua teman-teman Asiya.

“Jika saya ingin membaca, atau bicara di telepon, semuanya dilakukan dengan cara diam-diam. Begitu pula jika saya ingin pergi ke masjid atau tempat-tempat yang menggelar acara keislaman. Saya baru salat jika sudah memastikan tidak ada orang di sekitar saya, dan saya juga tidak bisa mengekspresikan kegembiraan saya saat Ramadan tiba, dan tidak berbagi kebahagiaan melihat teman-teman muslim yang sudah mengenakan jilbab,” tutur Asiya.

Tapi Asiya tidak menganggap semua itu sebagai penderitaan hidupnya, karena setelah memeluk Islam, Asiya merasakan kepuasan dan kedamaian yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. (ln/rhm)


Bacaan Doa Niat Puasa Ramadhan dan Segala Jenis Puasa Lengkap & Buka Puasa(Beserta Hikmahnya)

  – Ada banyak sekali jenis jenis puasa,dari puasa daud,puasa senin kamis,dan yang paling mulia dan banyak pahalanya ialah Puasa Ramadhan.

Tidak wajib dan tidak juga sunat berniat dalam bahasa Arab, memadai dalam bahasa Melayu atau apa-apa bahasa yang kita fahami.

Tetapi baik dan berpahala jika diamalkan dalam bahasa Arab dengan niat kita cinta kepada bahasa Arab sebagai bahasa Nabi Muhammad s.a.w. dan bahasa Al-Quran.




Lafaz niat sehari:

Lafaz setiap malam. Niat ringkas:

نَوَيْتُ صَوْمَ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Niatnya: Sahaja aku puasa Ramadhan kerana Allah Taala.

Lafaz lengkap:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Niatnya: Sahaja aku puasa esok hari pada bulan Ramadhan tahun ini kerana Allah Taala.
Sebenarnya bangun untuk bersahur itu sudah dikira berniat untuk berpuasa.
Lafaz niat puasa Ramadhan sepenuhnya untuk sebulan:

Lafaznya:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كِلِّهِ لِلَّهِ تَعَالَى

Niatnya: Sahaja aku berpuasa sebulan Ramadhan tahun ini kerana Allah Taala.
Digalakkan berniat puasa untuk sebulan dengan sekali niat pada malam pertama Ramadhan bagi mengelakkan daripada tidak sah puasa kerana terlupa berniat pada malamnya, kita mengikut Imam Malik yang membolehkan berniat untuk sebulan sekali gus.
Namun begitu, jika puasa Ramadhan kita terputus oleh sesuatu sebab, seperti haidh, sakit atau lain-lain, maka niat puasa sebulan itu tidak lagi memadai untuk hari-hari puasa yang seterusnya, tetapi, hendaklah diperbaharui niat apabila tidak ada lagi perkara yang menghalang daripada puasa berturut-turut tersebut. Maksudnya, dengan memperbaharui niat sekali lagi bagi semua hari-hari puasa Ramadhan yang berbaki, iaitu niatnya:
“Sahaja aku berpuasa esok dan sehingga akhir Ramadhan ini kerana Allah Ta’ala”.

Lafadz Puasa Qadha (mengganti puasa yang kemarin)

Untuk masalah niat, tidak ada perbedaan yang terlalu jauh antara niat puasa Ramadhan yang dikerjakan pada waktunya dengan niat qadha puasa Ramadhan.  Kedua macam niat puasa tersebut, tetap dikerjakan di dalam hati dengan batas waktu niat adalah dari waktu maghrib tiba sampai sebelum waktu subuh tiba.
Yang berbeda hanya dari lafadz niat, apabila kita menyertai niat dalam hati kita dengan bacaan niat melalui lisan.  Hal ini boleh-boleh saja untuk membantu hati kita lebih fokus dengan apa yang kita niatkan.

نويت صوم غد عن قضاء فرض رمضان لله تعالى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhaa-i fardhi ramadhaana lillaahi ta’aalaa
Aku niat puasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta’alaLafadzPuasa Syawal

Lafaz Niat Puasa Sunat Enam Syawal

Sahaja Aku Puasa Sunat Bulan Syawal Kerana Allah Taala

Niat puasa senin kamis

نويت صوم يوم الاثنين سنة لله تعالى
NAWAITU SAUMA YAUMAL ITSNAII SUNNATAN LILLAHI TANA’ALA
“ Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala.”

نويت صوم يوم الخميس سنة لله تعالى
NAWAITU SAUMA YAUMAL KHOMIISI SUNNATAN LILLAHI TAA’ALA
“ Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta’ala.”

Niat puasa nadzar

نويت صوم النذر لله تعالى

NAWAITU SHAUMAN NADZRI LILLAHI TA’ALAA

Waktu Berniat
Waktu berniat bermula daripada terbenam matahari, yakni masuk waktu sembahyang fardhu Maghrib hinggalah sebelum terbit fajar shadiq (waktu Subuh). Oleh itu, bolehlah dilakukan niat puasa pada mana-mana bahagian daripada waktu tersebut, walaupun semasa berbuka.

Doa Berbuka Puasa
اللهم لك صمت وبك امنت وعلى رزقك أفطرت

Ya Allah, Aku telah berpuasa untuk Kau dan pada Kaulah aku mempercayai dan aku membuka puasa dengan apa yang Kau berikan
Hukum Puasa Di Bulan Ramadhan
Firman Allah S.W.T: “ Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan ke atas umat-umat yang sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa. “ – (Surah Al-Baqarah: 183)}}

Hadis Rasulullah s.a.w: Ditegaskan oleh Rasulullah s.a.w melalui sabdanya yang diriwayatkan oleh Ahmad, An- Nasa’i dan Al Baihaqi dari Abu Hurairah, yang bermaksud:
“Sesungguhnya telah datang kepada kamu bulan Ramadhan bulan yang penuh berkat. Allah telah fardhukan ke atas kamu berpuasa padanya. Sepanjang bulan Ramadhan itu dibuka segala pintu Syurga dan ditutup segala pintu neraka serta dibelenggu segala syaitan”

NB = karena waktu kita niat itu semalam sebelum kita berpuasa, jika kita berniat pada saat sahur, maka ganti kata go’dan (besok) nya dengan kata al’an (sekarang)
terima kasih semoga puasanya pada lancar yah ^^

Islam sangat menganjurkan pemeluknya untuk berinfaq. Anjuran yang bahkan pada bagian awal surah Al-Baqarah telah disebutkan oleh Allah subhaanahu wa ta’aala menggambarkan salah satu karakter utama orang bertaqwa.

الم ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ
يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

“Alif Laam Miim. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan meng-infaq-kan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.”
(QS Al-Baqarah ayat 1-3)
Dalam ayat di atas Allah ta’aala menyebutkan karakter muttaqin yang biasa berinfaq bersama karakternya yang rajin menegakkan sholat. Di dalam Al-Qur’an hampir selalu karakter menegakkan sholat dan mengeluarkan infaq disebutkan dalam suatu rangkaian berpasangan. Hal ini mudah dimengerti sebab ajaran Islam selalu menekankan keseimbangan dalam segala sesuatu. Islam bukan semata ajaran yang mewujudkan hubungan antara hamba dengan rabbnya atau hablum minAllah, tetapi juga hubungan antara hamba dengan sesama hamba atau hablum minan-naas.
Uniknya lagi, di dalam ajaran Islam bila suatu perintah Allah ta’aala dilaksanakan, maka bukan saja hal itu menunjukkan kepatuhan seorang hamba akan rabbnya, melainkan dijamin bakal mendatangkan manfaat bagi si hamba. Ini yang disebut dengan fadhilah atau keutamaan suatu ’amal-perbuatan. Misalnya sholat malam atau tahajjud. Allah ta’aala menjanjikan bagi pelakunya bakal memperoleh kekuatan daya pengaruh ketika berbicara.
يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا
أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآَنَ تَرْتِيلًا إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا
“Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.” (QS AlMuzzammil ayat 1-5)
Contoh lainnya bila seseorang meningkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’aala maka di antara fadhilah yang akan ia peroleh adalah penambahan ilmu dari Allah ta’aala, jalan keluar kesulitan hidupnya serta rizqi dari arah yang tidak disangka-sangka.
وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ
”Dan bertakwalah kepada Allah; Allah (akan) mengajarmu.” (QS AlBaqarah ayat 282)
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
”Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS Ath-Thalaq ayat 2-3)
Demikian pula dengan berinfaq. Allah ta’aala menjanjikan fadhilah di balik kedermawanan seseorang yang rajin berinfaq.

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Katakanlah, “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS Saba’ ayat 39)

Bahkan dalam sebuah hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan keuntungan yang bakal diraih seseorang yang rajin berinfaq di pagi hari sekaligus kerugian yang bakal dideritanya bilamana ia tidak peduli berinfaq di pagi hari.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا
وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا (البخاري)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu sesungguhnya Nabi Muhammad shollallahu ‘alahi wa sallam bersabda: “Tidak ada satu subuh-pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa: “Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfaq”, sedangkan yang satu lagi berdo’a “Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan (hartanya)” (HR Bukhary 5/270)
Pembaca yang budiman, marilah kita galakkan berinfaq di pagi hari agar malaikat mendoakan kelapangan rizqi yang memang sangat kita perlukan untuk memperlancar ibadah, amal sholeh, da’wah dan jihad kita di dunia.
Dan jangan biarkan ada satu pagipun yang berlalu tanpa berinfaq sebab itu sama saja kita mengundang kerusakan dalam hidup sebagaimana doa malaikat yang satunya di setiap pagi hari.
Ketahuilah, bukan banyaknya jumlah infaq yang penting melainkan kontinuitas-nya. Lebih baik berinfaq sedikit namun konstan terus-menerus daripada berinfaq dalam jumlah besar namun hanya sekali setahun atau seumur hidup. Orang yang konstan berinfaq tidak bakal dipengaruhi oleh musim. Dalam masa paceklik tetap berinfaq, dalam masa panen tentu lebih pasti.

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ
أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit.”
(QS Ali Imran ayat 133-134)

Pada zaman purba, kepulauan tanah air disebut dengan aneka nama. Dalam catatanbangsa Tionghoa kawasan kepulauan tanah air dinamai Nan-hai (Kepulauan LautSelatan). Berbagai catatan kuno bangsa Indoa menamai kepulauan ini Dwipantara(Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau)dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga

 Walmiki menceritakanpencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa(Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza’ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latinuntuk kemenyan adalah benzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi (kemenyan Jawa),sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatranayang dahulu hanya tumbuh di Sumatera. Sampai hari ini jemaah haji kita masih seringdipanggil “Jawa” oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. Dalambahasa

Arab juga dikenal Samathrah (Sumatra), Sholibis (Sulawesi), Sundah (Sunda),semua pulau itu dikenal sebagai kulluh Jawi (semuanya Jawa).Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiridari Arab, Persia, India dan Tiongkok. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antaraPersia dan Tiongkok semuanya adalah “Hindia”. Semenanjung Asia Selatan merekasebut “Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara dinamai “Hindia Belakang”. Sedangkantanah air memperoleh nama “Kepulauan Hindia” (Indische Archipel, Indian Archipelago,l’Archipel Indien) atau “Hindia Timur” (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales).

Nama lain yang juga dipakai adalah “Kepulauan Melayu” (Maleische Archipel, MalayArchipelago, l’Archipel Malais).Pada jaman penjajahan Belanda, nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch-Indie(Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilahTo-Indo (Hindia Timur).Eduard Douwes Dekker ( 1820 – 1887 ), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli,pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita,yaitu Insulinde, yang artinya juga “Kepulauan Hindia” ( Bahasa Latin insula berartipulau). Nama Insulinde ini kurang populer.

 2. IndonesiaPada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the IndianArchipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan( 1819 – 1869 ), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari UniversitasEdinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Ingris, GeorgeSamuel Windsor Earl ( 1813 – 1865 ), menggabungkan diri sebagai redaksi majalahJIAEA.Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On theLeading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations.

Dalamartikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk KepulauanHindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebabnama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earlmengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunaniberarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis:“… the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would becomerespectively Indunesians or Malayunesians”.Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripadaIndunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu,sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon ( Srilanka ) dan Maladewa.

Earlberpendapat juga bahwa nahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalamtulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilahIndunesia.Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulisartikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan punmenyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah “IndianArchipelago” terlalu panjang dan membingungkan.

Logan memungut nama Indunesiayang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik.Maka lahirlah istilah Indonesia.Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman254 dalam tulisan Logan:“Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour ofMalayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely ashorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago”.Ketika mengusulkan nama “Indonesia” agaknya Logan tidak menyadari bahwa dikemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi.

Sejak saat itu Logan secara konsistenmenggunakan nama “Indonesia” dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat launpemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi.Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian(1826 – 1905 ) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipelsebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah airpada tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah“Indonesia” di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah“Indonesia” itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantumdalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil

3. istilah “Indonesia” itu dari tulisan-tulisan Logan.Pribumi yang mula-mula menggunakan istilah “Indonesia” adalah Suwardi Suryaningrat( Ki Hajar Dewantara ). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikansebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.Nama indonesisch (Indonesia) juga diperkenalkan sebagai pengganti indisch (Hindia)oleh Prof. Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander (pribumi)diganti dengan indonesiër (orang Indonesia).Identitas PolitikPada dasawarsa 1920-an, nama “Indonesia” yang merupakan istilah ilmiah dalametnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanahair kita, sehingga nama “Indonesia” akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitassuatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan.

Akibatnya pemerintah Belanda mulaicuriga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa HandelsHoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswaHindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereenigingberubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalahmereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya : “Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrijeIndonesische staat) mustahil disebut “Hindia Belanda”. Juga tidak “Hindia” saja, sebabdapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesiamenyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-

4. citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia(Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya.”Di tanah air Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924). Padatahun 1925, Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal IndonesischePadvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakannama “Indonesia”.

 Akhirnya nama “Indonesia” dinobatkan sebagai nama tanah air,bangsa dan bahasa pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober1928, yang kini dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda.Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat; parlemen HindiaBelanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo dan SutardjoKartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Hindia Belanda agar nama“Indonesia” diresmikan sebagai pengganti nama “Nederlandsch-Indie”. Tetapi Belandamenolak mosi ini.Dengan jatuhnya tanah air ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama“Hindia Belanda”. Dan setelah itu lahirlah bangsa Indonesia.

Sumber : http://kaskusnews.us/2010/06/25/asal-mula-nama-indonesia/

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedangmenyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain dilantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulamsesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah
benang ruwet. Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut: “Anakku,lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas.“Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu Semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil, “

Anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu. “Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat
bunga-bunga yang indah,dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang- benang yang ruwet. Kemudian ibu berkata,”Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau,tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya.

Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan. Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah, “Allah, apa yang Engkau lakukan?” Ia menjawab : ” Aku sedang menyulam kehidupanmu.” Dan aku membantah,” Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah? “Kemudian Allah menjawab,” Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu dibumi ini. Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu. “Subhanallah…

Beruntunglah orang2 yang mampu menjaring ayat indah Allah dari keruwetan hidup di dunia ini.
Semoga Allah berkenan menumbuhkan kesabaran dan mewariskan kearifan dalam hati hamba-Nya agar dapat memaknai kejadian2 dalam perjalanan hidupnya, seruwet apapun itu. Amin

Powered by Blogger.