Halloween party ideas 2015

Sunita Williams, seorang wanita India pertama yang pergi ke bulan pada tanggal 9-07-2011.
Kembalinya dari Bulan langsung masuk dan memeluk Agama Islam.

Dia berkata :
''Dari Bulan seluruh Bumi kelihatan hitam dan gelap kecuali dua tempat yang terang dan bercahaya.
Ketika aku lihat dengan Teleskop, ternyata tempat itu adalah Mekkah dan Madinah. Di Bulan semua frekuensi suara tidak berfungsi, Tapi aku masih mendengar suara Adzan.''

Prof Lawrence E Yoseph :
Sungguh kita telah berhutang besar kepada umat Islam, dalam Encyclopedia Americana menulis :
"...Sekiranya orang-orang Islam berhenti melaksanakan thawaf ataupun shalat di muka bumi ini, niscaya akan terhentilah perputaran bumi kita ini, karena rotasi dari super konduktor yang berpusat di Hajar Aswad, tidak lagi memencarkan gelombang elektromagnetik .

Menurut hasil penelitian dari 15 Universitas :
Menunjukkan Hajar Aswad adalah batu meteor yang mempunyai kadar logam yang sangat tinggi, yaitu 23.000 kali dari baja yang ada !!

Beberapa astronot yang mengangkasa melihat suatu sinar yang teramat terang mememancar dari bumi, dan setelah diteliti ternyata bersumber dari Bait Allah atau Ka'bah.
Super konduktor itu adalah Hajar Aswad, yang berfungsi bagai mikrofon yang sedang siaran dan jaraknya mencapai ribuan mil jangkauan siarannya.

Prof Lawrence E Yoseph - Fl Whiple menulis :
"...Sungguh kita berhutang besar kepada orang Islam, shalat, tawaf dan tepat waktu menjaga super konduktor itu..."

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi.
Radiasi yang berada di sekitar ka’bah ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam.
Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’,
artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi.

Sebab itu lah ketika kitìa mengelilingi Ka’Bah, maka seakan- akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Makkah juga merupakan pusat bumi.
Makkah adalah Pusat dari lapisan-lapisan langit Ada beberapa ayat dan hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini.

Allah berfirman :
‘Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.’ (ar-
Rahman:33).

Menurut riwayat Ibnu Abbas dan Abdullah bin Amr bin As, dahulu Hajar Aswad tidak hanya berwarna putih tetapi juga memancarkan sinar yang berkilauan.
Sekiranya Allah subhanahu wata'ala tidak memadamkan kilauannya, tidak seorang manusia pun yang sanggup mamandangnya.
Dalam penelitian lainnya, mereka mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air.
Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tatasurya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.

Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Illaha illallah, Allahu Akbar

Betapa bergetar hati kita melihat dahsyatnya gerakan thawaf haji dan Umroh. Ini adalah jawaban fitnah dan tuduhan jahiliyah yang tak didasari ilmu pengetahuan ;
yaitu mengapa kaum Muslimin shalat ke arah kiblat dan bahwa umat Islam di anggap menyembah Hajar Aswad. Hanya Allah Yang Maha Kuasa Dan Segala-Galanya.

Subhanallah ..


 sebarkan ke sesama muslim. (Berarti anda telah membelanjakan hartamu di jalan Allah)

Sumber : facebook.com/ Yoedhy Adrians

Dream -

 Sebelum menjadi mualaf, Katia adalah seorang yang religius meski dia sendiri mengaku dibesarkan dari keluarga yang tidak terlalu religius.

Melihat keluarganya yang sangat jarang beribadah, Katia berniat mencari informasi tentang agamanya sebanyak-banyaknya.

Dia mencoba berbagai aliran dalam agamanya. Katia juga menghadiri banyak ibadah dari aliran-aliran agama tersebut. Katia awalnya merasa nyaman dengan beberapa orang yang ia temui.

Namun Katia hanya menemui pemandangan sesaat ketika ia beribadah dengan orang-orang tersebut. Setelah keluar dari ibadah, orang-orang yang ia temui tersebut kembali pada kepribadian dan perilaku yang sama sekal berbeda saat mereka beribadah.

Hal itu membuat Katia benar-benar ingin menjauh dari kelompok- kelompok agama tersebut. Perasaannya terus mendorong Katia untuk mencari tahu agama lainnya.

Katia sering menjumpai Muslimah di Rusia. Tapi mereka tidak mengenakan hijab. Hanya satu teman Muslimah Katia yang pernah dia temui memakai hijab.

Dia bernama Salaly. Jujur, Katia tidak pernah menghormati agama Salaly atau merasa bangga bahwa dia mempunyai kepercayaan tersebut.

Katia juga punya teman-teman Muslim, tapi mereka tidak religius. Saat mempelajari Islam, Katia tertarik dengan satu pandangan yang menyebutkan jangan menilai Islam dengan melihat Muslim karena Islam adalah satu.

Tetapi Muslim begitu banyak dan dianut oleh berbagai bangsa, budaya dan semuanya mengamalkan Islam lewat cara mereka sendiri.

Bagi kebanyakan orang di dunia Barat, Muslimah identik dengan niqab, berpakaian hitam, dan tidak bisa keluar. Dan perkara terbesar Katia adalah kesenjangan budaya tersebut dan apa yang terjadi pada 11 September.

Ketika itu Katia masih di sekolah menengah. Semua orang mulai menuding dan menyebarkan kabar angin tentang teroris yang mengatasnamakan Islam. Dan secara otomatis, mereka percaya bahwa Islam merupakan puncak segala masalah di dunia, terutama 11 September.

Namun Katia melihat orang hanya mengandalkan pada apa yang disampaikan teman mereka, keluarga mereka atau media. Maka, orang yang berada dalam frame pikiran ini akan mengatakan 'mereka membenci kita, maka kita harus membenci mereka, kita harus melakukan sesuatu'.

"Hal itu membuat saya sedih. Alhamdulillah, saya pikir sesuatu itu terjadi memang karena sesuatu sebab. Saya tidak akan mengatakan bahwa ada sesuatu buruk yang menimpa saya," kenang Katia dikutip Dream.co.id dari laman OnIslam.net, Rabu 1 April 2015.

Katia melihat orang lain menyalahkan umat Islam karena peristiwa tersebut, termasuk dirinya. Tetapi Katia ingin tahu mengapa dia menyalahkan umat Islam.

Katia pun mulai membaca dan melakukan banyak penelitian tentang Islam. Dia menanyakan banyak hal kepada banyak orang.

Namanya Katia. Dia berkebangsaan Rusia. Katia memutuskan untuk menjadi Muslimah setelah terjadi peristiwa serangan teroris 11 September di Amerika Serikat.

 Linda Al-Saigel dibesarkan dalam sebuah keluarga yang taat beragama. Secara rutin, ia dan keluarganya menghadiri gereja.

Memasuki jenjang kuliah, Linda menjadi bagian dari pelayan gereja di Kampus. "Saya merasa benar-benar membuat perbedaan dalam kehidupan remaja," kata dia seperti dilansir Onislam, Rabu (4/2).

Namun, rasa haus Linda akan spiritualitas membuatnya membutuhkan lebih banyak jawaban. Linda membutuhkan agama sebagai cara hidup. Suatu hari, Linda kedatangan tamu di gereja.

Tamu itu seorang pastor asal Tujuana, Meksiko. Ceramah si pastor sangat menginspirasi Linda. Kemudian, Linda terlibat dialog dengan pastor itu.

"Anda berada dalam pengelihatan saya selama 2 pekan. Anda berada di tanah pegunungan berpasir. Anda memiliki penutup kepala. Anda seorang guru atau sesuatu saya tidak yakin," kata pastor itu kepada Linda.

Mendengar cerita pastor itu, Linda terdiam. Ia memutuskan untuk mempelajari agama lain.  Beberapa hari kemudian, Linda diminta menjadi saksi pernikahaan temannya.  Di sanalah, Linda belajar tentang pernikahan Muslim.

"Saya merasa seperti di rumah," kenang Linda.

Setelah pernikahan itu, Linda diundang oleh salah seorang tamu temannya itu. Entah mengapa, Linda merasa nyaman. Di sana, ia berdiskusi tentang Islam dan Muslim. "Ketika jelang tidur, saya mimpikan Nabi Isa AS. Saya diminta untuk mengambil keputusan, putusan yang membuat saya takut," ucap dia.

Sementara itu, Linda mulai menghadiri kelas-kelas tentang Islam. Ia mulai melakukan perbandingan. "Saya melihatnya, ada cerita yang sama yakni pesan tentang Allah," kata dia.

Kemudian, Linda kembali bermimpi. "Saya melihat Nabi Musa. Di kamar saya ada gambar itu, dan saya melihat Nabi Musa tersenyum dan mengatakan 'Ikuti kata hatimu'," kata dia.

Linda terkejut dengan mimpi itu. "Dari setiap  yang saya tanyakan soal mimpi ini, mereka bertanya darimana Anda tahu itu Nabi Isa dan Nabi Musa. Tapi saya katakan kepada mereka, hati saya yang mengatakan itu Nabi Isa dan Nabi Musa," kenang dia.

Usai mimpi itu, Linda pun bermimpi kembali. "Ada yang membisikan saya, Anda harus memilih jalan ini," kenang Linda.

Linda masih penasaran dengan apa maksud mimpi itu. Namun, keinginannya untuk mempelajari Islam jauh lebih besar. Yang menggembirakan ibunya mendukungnya untuk menghadiri kelas Islam. "Ibu selalu disisiku, ia ingin memastikan putrinya membuat keputusan yang jelas," kata dia.

Suatu hari, Linda kembali bermimpi. Kali ini hadir seorang Nabi berkerudung dengan jubah cokelat berjalan ke arahnya. Linda tidak dapat melihat sosok itu.  "Sekali lagi, saya tahu itu Nabi Muhammad (saw). Dia berjalan ke arahku dan mengajakku berjalan menuju cahaya," kata dia.

"Saya kemudian ingat, setiap saya bingung saya meminta Allah untuk menjadi panduan saya. Saya hanya hamba-Nya. Saya hidup di dunia untuk mempelajari pentingnya kehadiran-Nya," kata dia.


Sumer :   REPUBLIKA.CO.ID,





 TANGERANG SELATAN -- Sejak tak lagi mempelajari agama lamanya, Muhammad Orlando mulai mendapat ejekan dari teman-temannya. "Bukankah agama Islam itu adalah agama yang sangat buruk? Umatnya tidak diperbolehkan memakan makanan yang enak-enak seperti babgi dan anjing. Mereka harus disunat, dan cara beribadahnya juga kotor haru mencium tanah atau semen," kenang Orlando, seperti dilansir Annaba-Center.com, Selasa (9/10).

Orlando yang masih beliau bingung dengan ejekan temannya itu. Ceritalah ia dengan ustaz yang mengajarinya agama Islam, Ustaz Ali Akbar. Ustaz Ali lalu menjawab setiap pertanyaan Orlando dengan lugas dan tegas.

"Islam melarang setiap Muslim konsumsi babi karena hewan itu mahluk yang kotor dan jorok. Apabila tidak ada makanan yang bisa dimakannya, babi tidak jarang memakan kotorannya sendiri dan tidak jarang pula memakan tanah. Selain daging babi juga mengandung cacing pita di dalamnya yang dapat membuat manusia mengidap penyakit," kata Orlando menirukan penjelasan Ustaz Ali.

Ihwal shalat, Ustaz Ali menjelaskan, sesunggungnya manusia berasal dari tanah dan nantinya akan kembali ke tanah. Sujud juga mengandung makna bahwa sebagai ciptaan-Nya kita harus menyembah kepada-Nya, tidak menduakan-Nya dan meyakini kebesaran-Nya. "Sehebat apa pun kita, kita harus tunduk kepada Allah," kata Orlando.

Semangat Orlando untuk mempelajari Islam pun tumbuh kembali.  Dalam waktu singkat, ia mampu khatamkan Iqra. Ia semakin mantap untuk mulai membaca Alquran. Seiring perjalanan waktu, Orlando kian kagum dengan ajaran Islam. Semisal, ketika shalat berjamaah di masjid, setiap Muslim sudah dalam kondisi suci dan berpakaian bersih. Kesucian itu dilengkapi dengan adab wudhu. "Islam mengajarkan kesucian, terutama ketika hendak berhadapan dengan Allah. Mulai dari cara berpakaian, berwudhu, dan tata cara beribadah, Islam mengajarkan kebaikan dan kesucian dalam berbagai hal," ucapnya.

Setelah menyelesaikan studi di sekolah dasar, Orlando melanjutkan sekolah di SMP Negeri VI, Naibonat, Kupang TImur. Mulai menginjak SMP, ia mulai rajin beribadah, tidak pernah meninggalkan salat dan puasa ramadhan. "Ini kulakukan karena aku sangat takut mendapat azab dari Allah SWT. Perlahan-demi perlahan, aku mulai mengaji dengan baik. Selain aku belajar dengan guru yang mengajariku belajar membaca Alquran, aku juga mendapatkan pelajaran agama Islam di sekolah," ucap dia.

Sepulang sekolah, Orlando selalu mengikuti ceramah yang diadakan setiap pekan, berikut dengan belajar bagaimana tata cara membaca Alquran dengan baik.  Belum begitu lama aku melanjutkan studi di SMP tersebut, ada sebuah kabar yang di pengungsian yang mengatakan bahwa siapa saja yang ingin belajar mejadi santri di salah satu pondok pesantren di Jawa Timur, maka akan mendapatkan fasilitas pemondokan dan fasilitas lain secara gratis, terkecuali ongkos transportasi dengan menggunakan kapal laut.

"Aku yang baru mendengarkan berita tersebut sangat tertarik. Aku langsung berpamitan dengan ustaz Zainuddi yang sekaligus orang tua angkatku. Biarpun beliau sangat galak, tetapi beliau juga sangat baik. Buktinya beliau merawat kami selama dalam pengungsian," kenangnya.

Tepat tanggal 14 Juli 2001, Orlando bersama teman-teman yang lain berangkat menuju Pondok Pesantren Al-Ikhlas yang ada di Magetan, Jawa Timur.  Ia sempat kecewa pada hari pertama ketika menginjakkan kaki di pesantren tersebut. Dahulu dalam bayangannya, pesantren itu sangat baik, enak, rapih dan penuh dengan nuansa religi. Namun, ini semua berbeda seperti apa yang ada dalam benakku.

Pesantren ini adalah pesantren tertua di Jawa Timur, maka sudah dapat dipastikan bahwa bangunan pesantren tersebut juga pasti bangunan tua. Fasilitasnya juga ala kadarnya, yang membuatku semangat di pesantren tersebut hanyalah nuansa religi yang ada di dalamnya. "Meski pun kami semua dalam keterbatasan, namun karena kami dekat dan berusaha mendekatkan diri kepada Allah, maka kami harus tetap bersyukur atas apa yang telah diberikan-Nya," kenang dia.

Di pesantren, Orlando semakin giat belajar agama Islam. Ditambah ia juga bersekolah di MTS Al-Ikhlas. Dalam waktu yang singkat, Orlando berhasil menghafal dua puluh surat juz ‘amma. "Ilmu pengetahuanku semakin bertambah. Selain aku belajar mengenai Islam, aku juga mengajarkan tentang Islam, sehingga aku termasuk beruntung, karena sebaik-baik belajar adalah mengajar. Ini membuatku semakin menguasai ilmu yang selama ini kuajarkan kepada rekan-rekan," ucapnya.

Setelah selesai menempuh studi, Orlando kembali ke NTT. Di NTT inilah aku mulai mengenal ustadz Syamsul Arifin Nababan yang juga dikenal dengan ustadz Nababan. Aku kenal beliau melalui debat yang ada di kaset debat yang sengaja direkam pada saat itu. Judulnya Mualaf Versus Murtadin.  Singkat cerita, di tahun 2008, ustadz Nababan mendirikan sebuah pondok pesantren yang khusus membina para santri-santri mu'alaf.

"Aku pun di ajak beliau untuk ikut tinggal di sana. Kini aku sudah menjadi santri di Pesantren Pembinaan Mu'allaf Yayasan AN-Naba' Center bersama para santri lainnya mendalami Islam dan kitab sucinya," kata dia.

"Sebelum aku mengakhiri cerita ini, ada yang ingin kusampaikan kepada para pembaca bahwa beberapa waktu lalu aku telah kembali ke daerah asalku yaitu Timor Leste. Daerah yang sudah kutinggalkan selama lebih dari tiga belas tehun itu, ternyata mengalami perkembangan yang cukup baik dari sisi perkembangan Islam," ucapnya.

Di sana , kata dia, mulai banyak umat-umat lokal yang masuk Islam dan mempelajari Islam. Ini terjadi lewat proses akulturasi dan pernikahan yang dilakukan oleh umat Muslim dengan penduduk setempat. "Semoga Islam bisa semakin Berjaya, khususnya di daerah tempat tinggalku sehingga kita semua dapat merasakan keindahan Islam," tutupnya.




REPUBLIKA.CO.ID, Sumber: Pesantren Mualaf Annaba Center
Powered by Blogger.